Tanjab Timur, detiksatu.com || Pembangunan rumah melalui program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Bapak Supiandi mulai memasuki tahap konstruksi dasar. Hingga Selasa (27/10/2026), pengerjaan difokuskan pada pemasangan dan pendirian tiang fondasi setelah struktur bangunan lama berhasil dibongkar sehari sebelumnya.
Tahapan ini menjadi bagian penting dalam proses pembangunan kembali hunian yang diharapkan memenuhi aspek kelayakan, keamanan, dan kenyamanan bagi keluarga penerima manfaat. Pelaksanaannya melibatkan personel Satuan Tugas (Satgas) TNI bersama masyarakat setempat yang bergotong royong menyelesaikan pekerjaan secara bertahap.
Di lokasi kegiatan, prajurit TNI dan warga bekerja sama dalam menyiapkan bagian dasar bangunan, melakukan pengukuran, serta memasang tiang penyangga sesuai kebutuhan konstruksi. Ketelitian dalam pengerjaan menjadi perhatian utama mengingat struktur dasar memiliki peran penting dalam menopang bangunan secara keseluruhan.
Pembangunan rumah Supiandi tidak hanya mencerminkan upaya peningkatan kualitas hunian masyarakat, tetapi juga memperlihatkan pentingnya partisipasi bersama dalam mendukung pelaksanaan program sosial di wilayah pedesaan. Keterlibatan warga turut memperkuat semangat kebersamaan sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.
Bintara Pelatih Teritorial (Batih Ter) yang mengawasi jalannya pekerjaan menjelaskan bahwa pendirian tiang fondasi merupakan tahapan penting setelah pembongkaran bangunan lama. Menurutnya, setiap proses harus dilaksanakan secara cermat agar pembangunan dapat berlanjut dengan memperhatikan kekuatan dan keamanan struktur.
“Setelah pembongkaran bangunan lama selesai dilaksanakan, pekerjaan hari ini difokuskan pada pemasangan dan pendirian tiang fondasi rumah Bapak Supiandi. Tahapan ini memerlukan ketelitian karena struktur dasar berperan penting dalam menopang bangunan. Kami berupaya memastikan setiap pekerjaan dilaksanakan dengan baik agar rumah yang dibangun nantinya dapat memberikan perlindungan dan kenyamanan bagi penghuninya,” ungkap Batih Ter.
Ia juga menegaskan bahwa semangat gotong royong menjadi salah satu faktor pendukung dalam kelancaran proses rehabilitasi. Sinergi antara prajurit TNI dan masyarakat diharapkan terus terjaga hingga seluruh tahapan pembangunan rampung.
Melalui program RTLH ini, upaya membantu masyarakat memperoleh tempat tinggal yang lebih layak diwujudkan melalui kerja nyata dan keterlibatan berbagai pihak. Pendirian tiang fondasi rumah Supiandi menjadi langkah awal dalam membangun kembali hunian yang lebih baik sekaligus memperkuat nilai kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Dengan berlanjutnya pekerjaan konstruksi, pembangunan rumah tersebut diharapkan dapat berjalan sesuai rencana sehingga manfaat program dapat segera dirasakan oleh keluarga penerima bantuan.(Hen)