Kegiatan ini dirangkai secara simbolis dengan prosesi pengguntingan pita oleh Sekdakab Tapteng, didampingi jajaran Dinas Pendidikan dan perwakilan instansi terkait.
Prosesi ini menandai bahwa sarana dan prasarana belajar yang pengerjaan fisiknya telah tuntas 100 persen tersebut resmi siap digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar.
Dalam arahannya, Sekdakab Tapteng Binsar TH Sitanggang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas perhatian besar pemerintah pusat terhadap modernisasi fasilitas belajar di daerah.
Ucapan terima kasih juga dialamatkan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Pemerintah Provinsi Sumatra Utara, serta kepemimpinan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu yang konsisten memprioritaskan kemajuan sektor pendidikan.
"Tapteng tahun ini mencatatkan capaian yang patut disyukuri dan dibanggakan.
Berkat kerja keras serta koordinasi aktif bersama Dinas Pendidikan, daerah kita berhasil merevitalisasi sebanyak 229 sekolah, yang terdiri dari TK/ PAUD 41 Sekolah, SD 161 Sekolah dan SMP 27 Sekolah, revitalisasi ini sudah melampaui target awal yang telah direncanakan," ujar Binsar usai peninjauan.
Binsar berpesan agar kemegahan fasilitas baru diimbangi dengan peningkatan kompetensi, etos kerja, dan integritas para tenaga pendidik. Menurutnya, pembaruan gedung sekolah harus menjadi stimulus bagi lahirnya generasi muda yang berkarakter kuat.
Empat Poin Utama Arahan Sekdakab Tapteng :
1. Sinergi Guru dan Orang Tua : Pembentukan karakter, penanaman norma budi pekerti, serta kedisiplinan murid menuntut kerja sama erat antara pihak sekolah dan keluarga di rumah.
2. Perawatan Sarana dan Budaya Gotong Royong : Fasilitas yang baru dibangun wajib dijaga kebersihannya, dirawat bersama, serta dimanfaatkan secara optimal untuk kedisiplinan belajar.
3. Pencegahan Perundungan (Anti-Bullying) : Pendidik diminta mengawasi ruang gerak dan interaksi siswa demi menjamin terwujudnya lingkungan belajar yang ramah anak, aman, dan tanpa kekerasan.
4. Bijak Menggunakan Media Sosial : Aparatur pendidikan dan masyarakat diimbau memanfaatkan platform digital secara sehat dan konstruktif, seraya memastikan bahwa sekolah-sekolah yang belum tersentuh pembangunan akan terus diusulkan secara bertahap.
Apresiasi senada datang dari perwakilan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatra Utara, Redunson Marbun, S.Pd., yang mengapresiasi kesigapan Pemkab Tapteng dalam mengeksekusi program prioritas pusat hingga rampung total.
"Kami dari BPMP, perpanjangan tangan Kemendikdasmen, sangat bangga melihat sekolah-sekolah ini rampung seratus persen dan siap mendorong peningkatan mutu pendidikan.
Bagi satuan pendidikan yang belum mendapat giliran revitalisasi tahun ini, kami minta untuk tidak berkecil hati karena pemerataan program terus berjalan," tutur Redunson.
Rasa haru dan syukur juga diungkapkan Kepala UPTD TK Negeri Pembina Pinangsori, Elvi Suryani Manalu, S.Pd. Baginya, kehadiran fasilitas baru—mulai dari gedung kelas yang representatif, pagar pengaman, hingga arena bermain beralas rumput sintetis merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menyediakan akses pendidikan anak usia dini yang layak dan berkualitas.
"Bagi kami, ini bukan sekadar perbaikan fisik bangunan, melainkan investasi masa depan anak-anak bangsa di Tapanuli Tengah.
Anak-anak meniru lingkungannya, dengan lingkungan sekolah yang nyaman dan tertata baik, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia," ucap Elvi.
Rangkaian acara Griya Citra dan prosesi pengguntingan pita ini turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah Johannes Simanjuntak, S.Pd., MM., Kepala Bidang PAUD dan PNF, Camat Pinangsori, Lurah Pinangbaru, Lurah Sitonong, para kepala sekolah, guru, pengurus komite, serta orang tua dan siswa.(Rinaldi)