Tabagsel,detiksatu.com || Pasca Banjir dan tanah longsor yang melanda Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Tapanuli Selatan (Tapsel) yang mengakibatkan ambruknya jembatan penghubung kedua Kabupaten di Sumatera Utara, tepatnya di Desa Anggoli, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada Selasa (25/11/2025) lalu.
Jembatan yang menjadi urat nadi mobilitas kedua daerah rusak berat dan terputus tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Dampaknya pasokan BBM dari Sibolga yang terputus akibat banjir dan jembatan putus menyebabkan antrean kendaraan yang mengular di beberapa daerah terdampak termasuk di Kota Padangsidimpuan.
Keterlambatan pasokan BBM yang sementara disuplai dari Dumai, menyebabkan kelangkaan di berbagai SPBU di Kota Padangsidimpuan, memicu antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat.
Dari pantauan di lapangan, Minggu (30/11/2025) tampak antrean panjang mengular di SPBU Padangmatinggi, Kecamata Padangsidimpuan Selatan, bahkan antrian kendaraan roda dua maupun roda empat menutupi badan Jalan Lintas sehingga menyebabkan kemacetan, pemandangan serupa terlihat di SPBU Jalan Serma Lion Kosong, SPBU Sadabuan, SPBU Sitamiang, SPBU Batunadua, dan SPBU lainnya di Kota Padangsidimpuan.
Sejumlah pengendara mengaku khawatir BBM mulai langka setelah banjir besar dan longsor dalam beberapa hari terakhir.
Salah satu pengendara, Ical (27) warga Kelurahan Wek IV, yang berprofesi sebagai pedagang mengatakan dirinya sudah mengantre BBM selama 4 jam lebih di SPBU Padangmatinggi, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Aek Tampang Kecamatan Padangsidimpuan Selatan.
"Sejak Pukul 02.00 WIB saya ke SPBU ini, ternyata sampai sini juga antreannya panjang sekali. Saya tentu sedikit khawatir tidak bisa isi BBM dan tidak bisa lagi mencari nafkah Bang," ungkap Ical kepada awak media
Walaupun sejumlah SPBU tidak buka, karena keterlambatan pasokan BBM, warga tetap setia mengantri walaupun menunggu berjam jam.
Di tengah kekhawatiran publik tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menegaskan bahwa suplai BBM dan LPG dalam kondisi aman dan saat ini sedang dalam proses percepatan pemulihan distribusi. Pertamina meminta masyarakat untuk tidak panik dan membeli BBM maupun LPG sesuai kebutuhan.
Pertamina menghentikan sementara distribusi BBM ke wilayah Tapanuli dan Padangsidimpuan akibat akses jalan yang tidak dapat dilewati.
Hal tersebut disampaikan Sales Area Manager Retail Medan, Tito Rivanto, yang menyebut sejumlah titik mengalami longsor dan jembatan putus.
"Mobil tangki kami stop karena akses pertama dari longsor dan jembatan yang tidak bisa dilewati sama sekali. Kami mohon dukungan dinas terkait untuk segera membersihkan akses-akses tersebut sehingga distribusi BBM kami melalui mobil tangki bisa segera sampai ke SPBU,"kata Tito

