Pengikut

APUDSI Peringatkan Imbas Geopolitik Venezuela–AS ke Ekonomi Desa: Jangan Jadikan Desa Korban, Serukan Sikap Nasional Minta Semua Pihak Tidak Reaktif

Redaksi
Januari 04, 2026 | Januari 04, 2026 WIB Last Updated 2026-01-04T13:41:43Z
Jakarta, detiksatu.com || APUDSI memperingatkan dampak ketegangan Venezuela–AS terhadap ekonomi desa jangan reaktif, ekonomi desa tak boleh jadi korban.
Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) menyampaikan sikap resmi menyikapi perkembangan ketegangan geopolitik global antara Venezuela dan Amerika Serikat yang dinilai berpotensi memberikan dampak luas terhadap perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Ketua Umum APUDSI.

Maulidan Isbar, menegaskan bahwa dinamika geopolitik global tersebut tidak boleh disikapi secara reaktif, terlebih jika berpotensi merugikan ekonomi desa sebagai fondasi ketahanan nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Maulidan menyusul meningkatnya eskalasi ketegangan politik dan ekonomi antara kedua negara yang memiliki implikasi besar terhadap stabilitas pasar energi global. Menurutnya, dalam sistem ekonomi dunia yang saling terhubung, setiap gejolak besar hampir pasti akan berimbas hingga ke lapisan ekonomi paling bawah, termasuk desa-desa di Indonesia.
“Dalam dunia yang saling terhubung seperti hari ini, tidak ada peristiwa besar yang benar-benar berdiri sendiri. Gejolak geopolitik, khususnya yang berkaitan dengan energi, pada akhirnya akan dirasakan hingga ke desa ke pelaku UMKM desa, koperasi, BUMDes, hingga ekonomi rakyat secara keseluruhan,” ujar Maulidan Isbar dalam keterangannya, Minggu (4/1/2026).

APUDSI menilai ketegangan Venezuela–Amerika Serikat tidak dapat dipandang semata sebagai isu politik internasional. Venezuela, yang diketahui memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, memegang posisi strategis dalam peta energi global. Namun, persoalan struktural, sanksi internasional, dan dinamika politik internal membuat potensi tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Kondisi ini, menurut APUDSI, berpotensi memicu volatilitas harga energi dunia.

Maulidan menjelaskan bahwa fluktuasi harga energi global memiliki korelasi langsung terhadap biaya logistik nasional. Kenaikan harga bahan bakar akan berdampak pada ongkos transportasi dan distribusi barang, termasuk distribusi hasil produksi desa. Sementara itu, pelaku usaha desa selama ini beroperasi dengan margin keuntungan yang terbatas dan sangat sensitif terhadap kenaikan biaya produksi.
“Jika biaya logistik naik, maka yang paling rentan terdampak adalah pelaku ekonomi desa. Mereka tidak memiliki ruang penyesuaian sebesar pelaku usaha besar. Oleh karena itu, ekonomi desa tidak boleh menjadi korban dari situasi global yang tidak mereka ciptakan,” tegasnya.

Lebih lanjut, APUDSI mencatat bahwa sebelum ketegangan ini mencuat, perekonomian global sejatinya telah berada dalam kondisi yang relatif rapuh. Pasar energi dunia masih dibayangi ketidakpastian, meskipun secara teoritis pasokan dinilai mencukupi. Sensitivitas pasar terhadap isu geopolitik membuat setiap eskalasi berpotensi memicu spekulasi dan lonjakan harga dalam waktu singkat.

Di tengah derasnya arus informasi terkait konflik global tersebut, APUDSI juga mengingatkan pelaku usaha desa agar waspada terhadap narasi yang tidak terverifikasi. Informasi yang tidak utuh, hoaks, atau provokasi emosional dinilai berisiko mendorong pengambilan keputusan yang keliru dan justru memperbesar dampak negatif bagi dunia usaha maupun stabilitas sosial di tingkat lokal.
“APUDSI mengajak seluruh pelaku usaha desa untuk bersikap tenang, rasional, dan berbasis data. Ketegasan dalam bersikap harus lahir dari pemahaman yang utuh, bukan dari kepanikan atau provokasi,” kata Maulidan.

Menurut APUDSI, dampak nyata terhadap ekonomi desa ke depan sangat bergantung pada arah perkembangan situasi global. Apabila ketegangan Venezuela–AS dapat diredakan dalam waktu relatif singkat, maka gejolak harga energi diperkirakan hanya bersifat sementara. Namun, jika ketidakpastian berlangsung berkepanjangan, tekanan terhadap biaya logistik dan daya beli masyarakat desa dinilai sulit dihindari.

Menutup pernyataannya, Maulidan Isbar menegaskan komitmen APUDSI untuk terus menjalankan fungsi edukasi dan penerangan ekonomi bagi pelaku usaha desa di seluruh Indonesia. Ia menekankan bahwa ketahanan ekonomi nasional sesungguhnya berakar dari kekuatan ekonomi desa, sehingga pembacaan terhadap situasi global yang jernih, objektif, dan bertanggung jawab menjadi kebutuhan mendesak.
“Pelaku usaha desa Indonesia mampu bersikap dewasa secara ekonomi dan bermartabat secara kemanusiaan. APUDSI akan terus berdiri bersama mereka, menjaga keberlanjutan ekonomi lokal sebagai fondasi utama ketahanan nasional,” pungkas Maulidan Isbar.


Red-Ervinna
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • APUDSI Peringatkan Imbas Geopolitik Venezuela–AS ke Ekonomi Desa: Jangan Jadikan Desa Korban, Serukan Sikap Nasional Minta Semua Pihak Tidak Reaktif

Trending Now