Pengikut

Bentuk Protes Ambruknya Jembatan Air Dangawan, Warga Tutup Jalan Saham–Pahauman

Redaksi
Januari 10, 2026 | Januari 10, 2026 WIB Last Updated 2026-01-10T13:38:22Z
Landak, Kalimantan Barat detiksatu.com — Warga masyarakat bersama perangkat Desa Sebatih menutup akses Jalan Saham–Pahauman selama kurang lebih 8 jam, Sabtu (10/1/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas ambruknya Jembatan Air Dangawan yang berada di Dusun Tolong, Desa Sebatih, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.
Jembatan tersebut dilaporkan warga mengalami kerusakan parah hingga tidak dapat dilalui sejak Sabtu dini hari sekitar pukul 18.40 WIB.

Menurut keterangan warga kepada detiksatu.com, ambruknya jembatan diduga kuat akibat aktivitas harian puluhan dump truk bermuatan sawit serta angkutan berat proyek pembangunan yang melintasi jalur tersebut.

Aktivitas angkutan berat itu disebut berkaitan dengan kawasan PT Gemilang Sawit Kencana (GSK) yang beralamat di Dusun Pancur, Desa Kumpang Tengah, Kecamatan Sebangki, Kabupaten Landak.

Warga menyebut, pada Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, dua unit truk tronton dan puluhan truk bermuatan berat melintas di jalur tersebut.

Bahkan, kontainer juga dilaporkan ikut melintas, meski dinilai melebihi standar kapasitas jalan kabupaten.
“Kalau muatan 20 ton, maka jalan dan jembatan harus dibangun dengan kekuatan di atas 20 ton,” tegas salah satu warga setempat.

Meski telah dilakukan perbaikan sementara pada jembatan, masyarakat menilai langkah tersebut terlambat dan belum menyentuh akar persoalan.

Warga mempertanyakan tanggung jawab pihak pengusaha maupun Pemerintah Kabupaten Landak, tidak hanya terhadap jembatan, tetapi juga kondisi ruas Jalan Pahauman–Saham yang kini dipenuhi lubang hampir di setiap titik.
“Kami resah. Jembatan diperbaiki sementara, tapi bagaimana dengan jalan rusak di sepanjang Pahauman–Saham?” keluh warga lainnya.
Masyarakat menegaskan bahwa persoalan ini telah lebih dulu diupayakan melalui jalur musyawarah, namun tindakan nyata baru dilakukan setelah jembatan benar-benar ambruk.

“Kami berharap perbaikan dilakukan sesuai standar, bukan jembatan asal jadi,” ujar warga kepada Tim Media 

Hingga berita ini diterbitkan, Redaksi detiksatu.com belum memperoleh keterangan resmi dari pihak PT GSK maupun Pemerintah Kabupaten Landak terkait tanggung jawab atas kerusakan jalan dan jembatan akibat aktivitas angkutan berat tersebut.

Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memenuhi asas keberimbangan informasi.
Sebagai bagian dari komitmen jurnalistik, detiksatu.com menjunjung tinggi prinsip cover both sides serta membuka ruang hak jawab, hak klarifikasi, dan hak koreksi bagi seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini, sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.


Kaperwil Kalbar : Adi*ztc
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bentuk Protes Ambruknya Jembatan Air Dangawan, Warga Tutup Jalan Saham–Pahauman

Trending Now