Adib mengatakan donor darah tidak hanya berdampak positif bagi kesehatan pendonor, tetapi juga membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah. “Dengan ketersediaan darah di PMI, artinya kita turut menyelamatkan nyawa,” ujar Adib. Selasa (06/01).
Ia menilai kegiatan donor darah sebaiknya menjadi agenda berkelanjutan dan bagian dari budaya kerja ASN Kementerian Agama. Menurut Adib, kolaborasi dengan PMI dapat dilakukan dalam berbagai agenda instansi agar donor darah menjadi “lifestyle” sekaligus bentuk keberpihakan pada penyelamatan nyawa.
Lanjutnya, Kakanwil menyampaikan terima kasih kepada PMI DKI Jakarta yang memfasilitasi kegiatan tersebut. Ia menyebut donor darah ini juga menjadi penutup rangkaian HAB ke-80 Kementerian Agama di DKI Jakarta.
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Khairani melaporkan jumlah peserta donor darah pada 2026 mencapai 77 orang, meningkat dibanding tahun sebelumnya. “Mudah-mudahan setiap tahun terus bertambah,” ujarnya.
Khairani menambahkan donor darah memiliki nilai sosial karena membantu masyarakat yang membutuhkan suplai darah. Kegiatan ini, menurutnya, sejalan dengan semangat “Kemenag Berdampak.”
Kegiatan donor darah ini diikuti pejabat eselon, ketua tim kerja, Civitas madrasah, panitia, serta ASN di lingkungan Kanwil Kemenag DKI Jakarta.

