Jakarta, detiksatu.com || IMF apresiasi stabilitas ekonomi Indonesia, pertumbuhan diproyeksi terus meningkat.
Ditengah ketidakpastian global, IMF nilai ekonomi Indonesia paling tangguh,
ekonomi Indonesia jadi cahaya ditengah krisis dunia.
Dana moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja perekonomian Indonesia. Dalam penilaian terbarunya, IMF bahkan menggambarkan Indonesia sebagai titik terang ekonomi global (global bright spot) di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyambut baik penilaian tersebut dan menyatakan keyakinannya bahwa pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun ini masih berpotensi meningkat lebih tinggi.
Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo di Jakarta, Senin (26/1/2026).
Ia menegaskan bahwa Indonesia berhasil menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi meskipun menghadapi tekanan eksternal global yang cukup berat.
“IMF baru-baru ini menggambarkan Indonesia sebagai titik terang global dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat di tengah lingkungan eksternal yang penuh tantangan,” ungkap Presiden Prabowo.
Penilaian IMF: Indonesia Global Bright Spot
Presiden Prabowo menjelaskan bahwa pernyataan tersebut merujuk pada hasil konsultasi IMF 2025 Article IV Mission yang berlangsung pada 3–12 November 2025. Dalam laporan tersebut, IMF secara resmi menyematkan predikat titik terang global kepada Indonesia.
Penilaian itu diberikan setelah Indonesia dinilai mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen sepanjang 2025, serta diproyeksikan meningkat menjadi 5,1 persen pada 2026, di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global akibat konflik geopolitik, perlambatan ekonomi negara maju, serta fluktuasi pasar keuangan internasional.
“IMF baru-baru ini menggambarkan Indonesia sebagai, saya kutip, ‘titik terang global’ dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat di tengah situasi eksternal yang menantang,” ujar Prabowo menegaskan.
Bukti Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menekankan bahwa pujian dari lembaga internasional seperti IMF bukanlah sekadar pernyataan simbolik.
Menurutnya, penilaian tersebut didasarkan pada berbagai indikator ekonomi yang menunjukkan ketangguhan Indonesia di tengah volatilitas global.
Selain pertumbuhan ekonomi yang stabil, Indonesia juga berhasil mengendalikan inflasi di bawah 2 persen, sebuah capaian yang dinilai sangat baik di tengah tekanan harga global. Tak hanya itu, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga tetap terjaga di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sesuai dengan prinsip kehati-hatian fiskal.
“Mereka melakukannya karena bukti. Mereka mengakui bahwa ekonomi Indonesia tangguh. Kebijakan kami telah dan akan selalu terkalibrasi dengan baik,” tambah Prabowo.
Stabilitas Ekonomi Hasil Persatuan dan Kolaborasi
Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa stabilitas dan ketangguhan ekonomi Indonesia tidak terjadi secara kebetulan. Ia menilai, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari komitmen bangsa Indonesia untuk menjaga persatuan, stabilitas politik, serta kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, Indonesia secara konsisten memilih jalan kerja sama dan dialog dibandingkan perpecahan dan konfrontasi, baik di dalam negeri maupun dalam hubungan internasional.
“Kami, Indonesia, telah dan akan selalu memilih persatuan daripada perpecahan, memilih persahabatan dan kolaborasi daripada konfrontasi, dan selalu memilih persahabatan daripada permusuhan,” kata Prabowo.
Ia menambahkan bahwa kredibilitas Indonesia di mata dunia internasional dibangun melalui proses panjang dan kerja keras selama bertahun-tahun, serta harus terus dijaga melalui kebijakan yang konsisten dan bertanggung jawab.
“Kredibilitas kami, yang diperoleh dengan susah payah selama bertahun-tahun, telah dijaga,” pungkasnya.
Dengan pengakuan dari IMF tersebut, Pemerintah Indonesia optimistis bahwa perekonomian nasional akan terus tumbuh berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi utama di kawasan dan dunia.
Red-Ervinna

