Bekasi, DetikSatu.com – Ketua Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Attaqwa, Umi Hanifah Fuzaini, menekankan pentingnya penguatan perspektif ekofeminisme dalam gerakan perempuan masa kini.
Di tengah krisis iklim yang kian nyata, wanita yang biasa disapa Hanifah itu menilai, bahwa perjuangan hak-hak perempuan tidak lagi dapat dipisahkan dari upaya pelestarian lingkungan.
Menurut Hanifah, ekofeminisme bukan sekadar teori, melainkan kebutuhan mendesak bagi aktivis perempuan untuk memahami bagaimana kerusakan alam berdampak langsung pada ketidakadilan gender.
"Kita harus melihat bahwa perempuan sering kali menjadi pihak yang paling rentan saat terjadi krisis lingkungan. Oleh karena itu, KOPRI PMII Attaqwa berkomitmen untuk menjadikan isu ekologi sebagai salah satu pilar utama perjuangan kami," ujar Hanifah, saat diwawancarai DetikSatu.com, Senin (19/01/26).
Langkah strategis ini diambil untuk memperluas cakrawala kader KOPRI agar tidak hanya fokus pada isu domestik, namun juga terlibat aktif dalam merespons isu global yang berdampak secara lokal.
Melalui paradigma ini, Hanifah ingin mencetak kader perempuan yang lebih inklusif, progresif, dan peka terhadap dinamika ekologi sosial.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat dan para aktivis untuk mulai membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga kelestarian bumi adalah bagian integral dari upaya memuliakan martabat perempuan.
"Menjaga bumi bukan hanya soal lingkungan, tapi soal bagaimana kita memastikan ruang hidup yang adil dan aman bagi generasi perempuan masa depan,"tutupnya.
(evan/DetikSatu.com)

