Nduga, Detiksatu.com || Setelah dibentuk Tim Pansus Pemilihan Wakil Bupati Kabupaten Nduga, muncul berbagai isu provokatif di tengah masyarakat. Isu-isu ini belum tentu benar, namun sering beredar dan berpotensi memecah belah.
Salah satu intelektual Nduga Remes Ubruangge bersama masyarakat dari 32 distrik dan 248 kampung menyatakan sikap tegas menolak segala bentuk isu yang sedang memprovokasi saling menjatuhkan satu calon Wakil bupati dengan calon wakil bupati lain berkembang di tengah masyarakat.
Ia juga menambahkan, kedua calon Wakil Bupati Nduga perlu bersikap terbuka, menyampaikan pernyataan secara jelas, serta membangun komunikasi yang konstruktif demi menjaga keutuhan keluarga dan Suku Nduga.
"Kami sudah cukup banyak menjadi korban hanya karena kepentingan elit-elit politik tertentu,"pungkasnya dalam jump pers 15/1/2025
"Oleh karena itu, kami berharap kedua calon dapat membangun komunikasi yang baik, saling menghargai, dan mengedepankan transparan, jujur dan demokratis,"ujar remes
Kami bersama masyarakat Kab.Nduga 32 distrik 248 kampung menyatakan sikap bahwa :
1. Kami tidak ingin dalam persoalan pengisian kekosongan Wakil Bupati Kab.Nduga tidak boleh menjadi persoalan antara calon wakil bupati 1 dan ke calon bupati lainnya.
2. Dengan ini kami tegasakn tidak boleh ada unsur_unsur (Intelektuan atau tokoh masyarakat) dari luar tidak boleh memprofokasi kedua calon untuk melakukan hal_hal yang tidak diinginkan oleh masyarakat Nduga.
3. Dari tahun ke tahun elit-elit politik tertentu membuat pengorbanan masyarakat Nduga yang tidak tau menahu tentang kebijakan politik. Kami masyarakat Nduga sudah muak dengan perang politik atau perang horizontal.
4. Kami mama- mama Nduga merasa kesal terhadap elit-elit politik karena kami melahirkan anak-anak bukan untuk dibunuh.
5. Kami laki-laki Nduga generasi mulai SMA,SMP bahkan SD sudah cacat fisik oleh karena anak panah selama perang politik horizontal itu berlangsun.
6. Kami meminta kedua bakal calon untuk berkomunikasi dengan harmonis sehingga untuk menjaga masyarakat Nduga sisa dari yang tersisa.
7. Kami mendesak kepada Tim pansel bersama 13 partai politik masing-masing untuk menjaga netralitas pada tahapan untuk penetapan calon Wakil Bupati.
8. Kami mengajak kepada pelajar mashasiswa, intelektual, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh perempuan tidak boleh duduk menonton persoalan yang terjadi di atas persoalan yang sedang terjadi.
9. Kami mendesak Persekutuan Gereja-Gerja Ndugama (PGGN) untuk tidak duduk diam dalam situasi yang sedang berlangsung di Kab.Nduga. Gereja harus berdiri sebagai leader untuk menyatakan tali kasih dan persaudaraan ditengah situasi politik.
Reporter : Inggi Kogoya

