Plt Lurah Kelurahan Muara Ciujung Barat
Lebak,detiksatu com || Plt Lurah Kelurahan Muara Ciujung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten menanggapi keluhan warga terkait jalan rusak yang hampir 15 tahun belum juga di perbaiki, serta saluran air yang tersendat sehingga mengakibatkan banjir.
Plt Lurah Kelurahan Muara Ciujung Barat (MCB) Nina Chusniati saat ditemui tim media dari Forum Wartawan Solid (FWS) mengatakan pihaknya sangat mendukung adanya bantuan perbaikan untuk semua warga yang berada di kelurahan Muara Ciujung Barat, khususnya di Kaum Lebak yang mengeluhkan Jalan Rusak dan perbaikan Drainase atau pembangunan saluran air.
"Kami tentu sangat mendukung adanya perbaikan baik bantuan dari Pemerintah Kabupaten Lebak, dari Provinsi maupun bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Yang penting warga kami dapat dibantu, baik itu jalan rusak, rumah roboh, maupun yang terdampak banjir terutama Jalan yang rusak,"kata Plt Lurah Kelurahan Rangkasbitung, Nina Chusniati diruangkerjanya, Senin 12 Januari 2026.
Kata Nina, Jalan Kaum yang berada di RT 02 itu adalah Jalan alternatif akses warga disaat ada acara besar di Alun-Alun Rangkasbitung pasti jalannya ditutup, di Jalan Kaum itulah yang menjadi salah satu Jalan alternatif warga untuk melintas.
"Iya pasti ketika ada acara di Alun-alun kan ditutup jalannya. Warga yang akan melintas ke Kampung Aweh arah Cimarga. Kemudian, sebaliknya, jika arahnya dari Aweh lewat jembatan Keong itu pasti warga lewatnya lewat Jalan Kaum dan tembus di Aspol. Artinya, Jalan di Kaum Lebak RT 02 itu adalah akses Jalan yang sangat aktif digunakan oleh warga karena satu-satunya Jalan pintas,"
kata Nina.
Nina mengaku beberapa bulan yang lalu menerima permohonan dari warga untuk perbaikan saluran air untuk ditandatangani.
"Iya betul ada waktu itu surat permohonan dari warga untuk perbaikan saluran air dan saya mendatanganinya. Intinya, saya tentu mendukung semua perbaikan di wilayah kelurahan MCB. Akan tetapi mohon maaf kami tidak dapat melakukan perbaikan, karena kami tidak memiliki anggaran untuk perbaikan maupun pembangunan,"katanya.
Sebelumnya diberitakan, warga Kampung Kaum Lebak tepatnya di RT 02 RW 08, Kelurahan Muara Ciujung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten menjerit, karena setiap hujan turun air masuk kedalam rumah warga. Kondisi yang sangat memperihatinkan tersebut sudah berjalan hampir 15 tahun.
RT 02 Kampung Kaum Lebak Eprijal mengatakan bahwa pihaknya beberapa bulan yang lalu sudah melayangkan surat Proposal kepada pihak Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Lebak, bahkan hingga ditembuskan kepada pihak DPRD. Namun, hingga saat ini belum ada realisasi perbaikan.
"Di Kampung Kaum Lebak ini setiap hujan turun pasti air masuk kedalam rumah dan terjadi banjir bahkan, kondisi ini sudah terjadi hampir 15 tahun. Saya juga sudah berupaya dengan cara melayangkan surat proposal permohonan kepada Dinas Perkim bahkan saya tembusakan kepada Bupati Lebak, Ketua DPRD Lebak dan pihak Kecamatan Rangkasbitung dan kepada pihak Kelurahan agar ada perbaikan di wilayah kami, namun hingga saat ini belum juga diperbaiki,"ujar
Eprijal pada awak media, Minggu 11 Januari 2026.
Eprijal meminta agar Dinas terkait peduli terhadap warga Kaum Lebak khususnya yang terdampak bajir di RT 02 RW 08. Kata ia, semua warga memiliki hak yang sama dimata pemerintah. Ia memohon agar pemerintah peduli dan memperhatikan warga serta memberikan rasa adil.
"Dengan melihat kondisi seperti ini, setiap kali turun hujan air masuk kedalam rumah warga, barang-barang rumah kebanjiran, kotoran juga masuk kedalam rumah. Tentu, kondisi ini sangatlah miris dan saya sangat merasa perihatin padahal Kampung Kaum Lebak lokasinya berada di Jantung Kota tidak jauh dari Kantor Pemerintahan Kabupaten Lebak,"kata Eprijal.
Eprijal juga mengatakan bahwa isi peromohonan Proposal yang diberikan kepada Dinas Perkim itu berisi permohonan perubahan saluran atau pembuatan Drainase yang baru.
Karena, kata ia, pembangunan yang di inisiai dengan Jargon "Kotaku" itu tidak berjalan dan saluran airnya tidak berfungsi sehingga terjadi penyumbatan air.
"Kami berharap agar permohonan proposal kami untuk perbaikan Drainase ini segera direaliasikan oleh Pemerintah melalui Dinas Perkim. Karena, selain air yang telah menyumbat itu masuk kerumah-rumah warga, juga dikhawatirkan menimbulkan penyakit dari sampah atau kotoran yang bercampur dengan air,"katanya.
Ia juga berharap pemerintah segera meninjau lokasi rumah warga yang terkena banjir serta air yang menyumbat di wilayah tersebut.
"Selama ini tidak pernah ada pihak dari pemerintah yang peduli dan melakukan peninjauan terhadap kondisi kami. Mereka hanya meminta info-info saja, tentu kami sudah bosan dengan kondisi seperti ini. Jadi, sekali lagi kami meminta dan memohon agar pemerintah segera melakukan perbaikan,"harapnya.
Sementara itu, Heru warga setempat yang terkena banjir mengaku sudah lelah dan bosan dengan kondisi tersebut.
"Sebelum ada program Kotaku ini sudah terjadi banjir dan setelah ada Program Kotaku juga tetap saja banjir bahkan saat ini lebih parah. Kami juga heran, kenapa tidak ada sama sekali kepekaan dan kepedulian dari pemerintah dengan kondisi kami yang sangat lelah karena sering kebanjiran. Rumah kami kena kotoran yang mungkin bercampur dengan air dan bahkan kalau ini dibiarkan bisa juga berpotensi rumah saya dan rumah warga sekitar hancur karena sering terkena air. Dengan ada media kami berterimkasih, dan saya harap dapat mendorong kepada pemerintah agar segera memperbaiki saluran air ini, karena kami sudah lelah dan sudah bosan dengan kondisi ini,"kata Heru.(Jul/Red)

