Lebak,detiksatu.com - Berawal dari adanya aduan masyarakat yang mengku diputus sepihak usaha ketring oleh pihak Yayasan Insan Karima, juga adanya dugaan intervensi terkait jemputan sekolah yang memang menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, bahwa jemputan tersebut atas inisiatip wali murid kepada sumber.
Dari aduan itulah pihak wartawan berjumlah 4 orang mendatangi pihak Yayasan Insan Karima dengan tujuan untuk meminta hak jawab demi keberimbangan pemberitaan sesuai Kode Etik Jurnalistik.
Pada 7 Januari 2026 ke empat wartawan media online bertemulah dengan pihak Kepala Sekolah TK Yayasan Insan Karima meminta tanggapannya atau hak jawab atas aduan tersebut.
Kemudian, pihak dari Yayasan Insan Karima itu memoto ke empat wartawan tersebut, terfikir pihak wartawan itu untuk dokumentasi pihak Yayasan dan itu sah saja.
Kemudian pihak Kepala Sekolah menjelaskan apa yang terjadi pada saat itu dan meminta agar adanya mediasi/ musyawarah kepada wartawan.
Setelah itu, karena ke empat wartawan tersebut harus menjalankan tugas sesuai tufoksinya tidak panjang lebar keluar dari Yayasan Insan Karima itu.
Tiba-tiba, foto yang ada di ruangan yang saat itu sedang meminta hak jawab ternyata disebarkan kepada sejumlah LSM dengan narasi bahwa pihak pengusaha ketring mengutus LSM karena diputus kontraknya dan meminta uang sebesar Rp 20 Juta.
Melihat sebaran narasi yang tidak benar dan dugaan penyebaran fitnah dengan menuduh wartawan dengan sebutan LSM suruhan pengusaha Ketring, Forum Wartawan Solid (FWS) angkat bicara.
Juli, Sekjen FWS merasa tidak terima karena dituduh meminta uang dan disebut LSM suruhan bahkan disebut meminta uang sebesar Rp 20 juta. Padahal, kata ia, dirinya bersama ketiga rekan wartawan hanya meminta hak jawab atas adanya aduan masyarakat dan kemudian stelah setelah konfirmasi kepada pihak Yayasan Insan Karima bertemu dengan Kepala Sekolah TK kemudian dirinya dengan kawan-kawan wartawan lainnya pulang.
"Tentu ini tuduhan yang tidak mendasar dan mencemarkan nama baik kami sebagai Jurnalis. Karena Narasi fitnah yang dibuat oleh oknum itu dengan menyebarkan bersamaan dengan foto kami saat melakukan konfirmasi di Yayasan Insan Karima," tegas Juli, Rabu 14 Januari 2026.
Kata Juli pihaknya sudah berkordinasi dengan Ketua Umum FWS dan melakukan kajian serta konsolidasi dengan sejumlah wartawan untuk melakukan langkah pelaporan kepada aparat penegak hukum.
"Jelas kami tidak terima difitnah padahal kami hanya berupaya untuk melaksanakan tugas kami sebagai jurnalis untuk meminta hak jawab dari pihak Yayasan Insan Karima. Itu kan langkah baik kami sebetulnya yang bertanggung jawab atas Kode etik dalam pengembangan pemberitaan yang harus berimbang. Kenapa malah kami di balas dengan Fitnah yang sangat mencemarkan nama baik kami. Perbuatan tersebut mencerminkan buruknya komunikasi dan hati seseorang yang tidak ada dasar dengan menuduh seseorang. Saya dan rekan-rekan saya tentu tidak terima difitnah dan dicemarkan, kami akan segera membuat pelaporan secara resmi ke Aparat Penegak Hukum. Dan kasus ini harus di usut sampai tuntas,"tegas Juli.
Juli juga menegaskan bahwa selain pihak Forum Wartawan Solid akan menempuh jalur hukum dengan tuduhan tersebut, pihaknya juga akan segera mendatangi pihak Kantor Kementrian Agama untuk tindaklanjut persoalan tersebut.
"Selain segera membuat laporan atas tuduhan dan perbuatan tidak menyenangkan dan atau fitnah, kami juga akan segera menyurati audensi serta konfirmasi kepada pihak Kemenag Lebak dengan semua wartawan yang tergabung di Forum Wartawan Solid. Karena, ini bukan hanya soal persoalan fitnah saja, ini soal marwah profesi kami serta marwah Organisasi kami,"tandasnya.
Tim awak media berupaya mengkonfirmasi Kepala TK Yayasan Insan Karima namun yang bersangkutan menurut beberapa keterangan dari Dewan Guru sedang tidak ada ditempat.
Namun setelah terjadi perdebatan antara Tim awak media dengan para dewan guru selang beberapa menit datang seseorang yang mengatakan dari pihak yayasan.
Novan, selaku pihak yayasan bersedia menemui Tim wartawan.Ia meminta permasalahan ini dapat diselesaikan secara baik. Ia akan mengundang beberapa pihak agar persoalan ini dapat segera selesai.
" Sebelumnya mohon maaf soal ini ada kaitannya dengan seorang pengelola ketering yang ada masalah dengan kami, karena tidak taat pada aturan yang kami buat sehingga kami berhentikan. Yang bersangkutan seolah-olah punya hubungan dengan LSM atau wartawan, dan kami ada screenshot soal yang bersangkutan meminta uang 50 Juta kepada kami. Katanya akan banyak naik berita dan untuk menyelesaikan Ia minta 50 Juta. Kemungkinan dari situ awal mulanya." Ungkap Novan.
Sementara Tim wartawan tidak puas dengan jawaban dari pihak yayasan dan berencana akan melaporkan kasus ini kepada pihak yang berwajib.(Red)

