Pengikut

Jembatan Gantung Merah Putih Aih Ensuri Rampung, TNI–Rakyat Bersatu Pulihkan Akses Perkebunan Pascabencana

Redaksi
Januari 23, 2026 | Januari 23, 2026 WIB Last Updated 2026-01-23T07:28:28Z
Gayo Lues, detiksatu.com — Sinergi antara TNI dan masyarakat kembali membuahkan hasil nyata. Jembatan Gantung Merah Putih yang terletak di Aih Ensuri resmi rampung dibangun melalui swadaya masyarakat lintas kampung pascabencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Gayo Lues.

Jembatan tersebut merupakan hasil gotong royong masyarakat Kampung Palok, Ulun Tanoh, Rema Baru, Penampaan, Raklunung, dan Porang. Akses ini menghubungkan wilayah perkebunan warga dan kini sudah dapat dilalui kendaraan roda dua, sehingga sangat membantu mobilitas dan pengangkutan hasil pertanian masyarakat.

Sedikitnya 230 kepala keluarga menggantungkan hidup dari areal perkebunan yang terhubung oleh jembatan ini, dengan komoditas utama seperti kopi, kemiri, cokelat, durian, serai wangi, nilam, tembakau, cabai, dan bawang. Sebelumnya, pascabencana, akses menuju kebun sempat terputus dan menyulitkan aktivitas ekonomi warga.

Keberhasilan pembangunan jembatan ini tidak terlepas dari peran aktif TNI yang sejak awal pascabencana hadir di tengah masyarakat. Prajurit TNI bersama warga bahu-membahu melakukan karya bakti, pembersihan material sisa banjir, hingga pendampingan dalam proses pembangunan jembatan agar dapat segera difungsikan.

Ketua APDESI Kabupaten Gayo Lues, Suhardinsyah, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan jembatan tersebut.

“Pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih ini merupakan hasil swadaya masyarakat yang dipersatukan oleh semangat gotong royong. Kami mengucapkan terima kasih kepada Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran, BNPB, Pemerintah Daerah Kabupaten Gayo Lues, Dandim 0113/Gayo Lues Letkol Arm Fran Desiapan Eka Saputra, S.H., Danyonif TP 855/Raksaka Dharma Letkol Inf Irvan Nugraha Rodin, S.I.P., M.Tr., serta seluruh unsur yang telah membantu,” ujar Suhardinsyah, Kamis (22/1/2026).

Sementara itu, Dandim 0113/Gayo Lues Letkol Arm Fran Desiapan Eka Saputra, S.H., turut menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh prajurit TNI yang terlibat langsung di lapangan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh prajurit TNI yang telah bekerja dengan penuh dedikasi bersama masyarakat. Kehadiran TNI adalah untuk membantu rakyat. Apa yang kita lakukan hari ini adalah bentuk pengabdian nyata TNI dalam membantu pemulihan wilayah dan perekonomian masyarakat pascabencana,” tegas Dandim.

Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut bukan hanya sekadar infrastruktur fisik, melainkan bagian dari upaya TNI dalam mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat, serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Pascabencana hidrometeorologi di Gayo Lues, TNI secara konsisten mengerahkan personel untuk berbagai kegiatan kemanusiaan, mulai dari karya bakti, perbaikan infrastruktur darurat, hingga pendampingan masyarakat terdampak. Hal ini menunjukkan komitmen TNI untuk selalu hadir dan menjadi solusi di tengah kesulitan rakyat.

Dengan rampungnya Jembatan Gantung Merah Putih Aih Ensuri, diharapkan aktivitas perkebunan masyarakat dapat kembali berjalan optimal dan kesejahteraan warga perlahan pulih. Jembatan ini kini menjadi simbol kebersamaan, ketangguhan, dan kuatnya sinergi antara TNI dan masyarakat di Kabupaten Gayo Lues.

(Reporter - Kang Juna)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Jembatan Gantung Merah Putih Aih Ensuri Rampung, TNI–Rakyat Bersatu Pulihkan Akses Perkebunan Pascabencana

Trending Now