Pengikut

Jumat Malam Bersejarah di Walmas: Wakil Bupati Luwu Berdiri Bersama Rakyat Suarakan Luwu Tengah dan Provinsi Luwu RayaWalenrang–Lamasi (Walmas), Luwu —

Lamellong
Januari 24, 2026 | Januari 24, 2026 WIB Last Updated 2026-01-24T02:27:37Z

Luwu-detiksatu.com - Jumat malam itu bukanlah malam biasa bagi masyarakat Tanah Luwu. Di bawah langit gelap Walmas, ribuan warga berkumpul dengan satu tekad dan satu suara:

 memperjuangkan pembentukan Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya. Di tengah kerumunan massa, Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu, S.H. tampil berdiri tegak bersama rakyat, menyatakan sikap politik yang jelas dan terbuka.
Kehadiran Wakil Bupati Luwu di tengah massa aksi menjadi simbol kuat keberpihakan pemerintah daerah terhadap aspirasi masyarakat. Ia tidak hadir sebagai representasi kekuasaan semata, melainkan sebagai bagian dari barisan perjuangan rakyat Walmas dan seluruh Tanah Luwu.

Dalam orasinya, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, S.H. menegaskan bahwa tuntutan pembentukan Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya bukanlah agenda sesaat atau kepentingan kelompok tertentu. Menurutnya, aspirasi tersebut merupakan suara kolektif masyarakat Tanah Luwu yang telah diperjuangkan dalam waktu panjang dan memiliki dasar konstitusional yang kuat.

“Perjuangan ini adalah hak rakyat dan dijamin oleh konstitusi. Aspirasi masyarakat Walmas dan seluruh Tanah Luwu tidak boleh diabaikan. Ini bukan sekadar tuntutan, tetapi kebutuhan dan bentuk keadilan wilayah,” tegas Muh. Dhevy di hadapan massa.
Ia menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang menjadi alasan kuat perlunya pemekaran wilayah, mulai dari rentang kendali pemerintahan yang terlalu jauh, pelayanan publik yang belum merata, hingga potensi daerah yang belum dikelola secara optimal. Pemekaran wilayah, kata dia, merupakan jalan konstitusional untuk menghadirkan negara lebih dekat kepada rakyat.

Jumat malam itu juga menjadi pesan politik yang tegas bahwa pemerintah daerah tidak boleh berjarak dengan denyut aspirasi masyarakatnya. Batas antara penguasa dan rakyat seolah runtuh, digantikan oleh satu barisan perjuangan yang solid demi masa depan Tanah Luwu.

Masyarakat Walmas menyambut pernyataan tersebut dengan antusias. Sorak dukungan menggema, bendera-bendera perjuangan dikibarkan, dan tekad kolektif semakin menguat. Bagi warga, malam itu menegaskan bahwa Walmas, Luwu, Palopo, Luwu Utara, dan Luwu Timur adalah satu kesatuan sejarah dan perjuangan.

Jumat malam itu kini dikenang sebagai malam keberanian—saat rakyat bersuara dan pemimpin berdiri bersama rakyat. Perjuangan pembentukan Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya, sebagaimana ditegaskan massa aksi, tidak akan berhenti di satu malam dan tidak akan padam hingga keadilan wilayah benar-benar terwujud.

Dari Walmas, suara itu kembali menggema ke seluruh penjuru negeri:
Kabupaten Luwu Tengah harus lahir.
Provinsi Luwu Raya harus berdiri.

Reporter:Rd
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Jumat Malam Bersejarah di Walmas: Wakil Bupati Luwu Berdiri Bersama Rakyat Suarakan Luwu Tengah dan Provinsi Luwu RayaWalenrang–Lamasi (Walmas), Luwu —

Trending Now