Pengikut

Kelangkaan Tabung Elpiji di Desa Abbanuange Meresahkan WargaDistribusi Dipertanyakan, Pemerintah Diminta Turun Tangan

Lamellong
Januari 13, 2026 | Januari 13, 2026 WIB Last Updated 2026-01-13T04:04:57Z


Soppeng,detiksatu.com -13 Januari 2026 —
Kelangkaan tabung elpiji 3 kilogram yang terjadi di Desa Abbanuange, Kabupaten Soppeng kec lilirilau Sulawesi Selatan, dalam beberapa pekan terakhir kian meresahkan warga. Gas bersubsidi yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga kecil dan pelaku usaha mikro itu sulit ditemukan di tingkat pengecer maupun pangkalan resmi.

Sejumlah warga mengaku harus berkeliling ke desa tetangga hanya untuk mendapatkan satu tabung elpiji. Bahkan, tidak sedikit yang terpaksa membeli dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Biasanya mudah didapat. Sekarang keliling satu hari belum tentu dapat. Kalau pun ada, harganya sudah Rp30.000 sampai Rp35.000,” kata Sitti (45), ibu rumah tangga di Abbanuange, Selasa (13/1/2026).

Kelangkaan ini tidak hanya berdampak pada rumah tangga, tetapi juga memukul pelaku usaha kecil seperti pedagang gorengan, warung makan, dan penjual kue tradisional. Mereka terpaksa mengurangi produksi, bahkan ada yang memilih tutup sementara.
“Kalau gas tidak ada, kami tidak bisa masak. Penghasilan turun, sementara kebutuhan hidup tetap,” ujar Rahman, pedagang gorengan setempat.

Distribusi Dipertanyakan
Warga menilai kelangkaan elpiji bukan semata persoalan konsumsi, melainkan lemahnya pengawasan distribusi. Dugaan penyaluran tidak tepat sasaran, penimbunan, hingga permainan harga di tingkat pengecer mulai mencuat dan memicu kontroversi di tengah masyarakat.

Beberapa warga juga mempertanyakan apakah kuota elpiji untuk Desa Abbanuange masih sesuai dengan jumlah penduduk dan kebutuhan riil di lapangan.
“Kami tidak tahu ke mana gas itu pergi. Di data ada, tapi di lapangan kosong,” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Pemerintah Diminta Bertindak
Masyarakat mendesak pemerintah desa, kecamatan, hingga pemerintah kabupaten segera turun tangan melakukan pengecekan langsung ke pangkalan dan agen penyalur.

Selain itu, mereka meminta adanya operasi pasar dan penambahan kuota elpiji bersubsidi agar situasi tidak semakin memburuk.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab pasti kelangkaan elpiji di Desa Abbanuange. Namun warga berharap pemerintah dan Pertamina segera memberikan penjelasan terbuka sekaligus solusi konkret.
“Gas itu kebutuhan dasar.

 Jangan sampai rakyat kecil jadi korban terus,” ujar Sitti.

Kelangkaan elpiji 3 kilogram di Abbanuange menambah daftar persoalan distribusi energi bersubsidi di daerah.

 Tanpa pengawasan ketat dan kebijakan yang tepat, kondisi ini dikhawatirkan akan terus berulang dan semakin membebani masyarakat kecil.

Liputan:Rd 
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kelangkaan Tabung Elpiji di Desa Abbanuange Meresahkan WargaDistribusi Dipertanyakan, Pemerintah Diminta Turun Tangan

Trending Now