Pengikut

Keluarga Besar Putra-Putri Luwu Raya (PPLR) menyampaikan ucapan Selamat Hari Jadi Luwu ke-758 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-80 yang diperingati pada Jumat, 23 Januari 2026.

Lamellong
Januari 23, 2026 | Januari 23, 2026 WIB Last Updated 2026-01-23T09:41:48Z
Luwu-detiksatu.com - Momentum bersejarah ini dinilai sebagai titik refleksi penting untuk meneguhkan kembali jati diri Tanah Luwu sebagai salah satu wilayah dengan peradaban tertua di Sulawesi Selatan, sekaligus memperkuat semangat persatuan dan perjuangan masyarakat Luwu Raya di tengah dinamika pembangunan nasional.

Ketua PPLR, Andi Rere, menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Luwu tidak boleh dimaknai sebatas seremonial tahunan. Menurutnya, usia 758 tahun adalah bukti ketangguhan sejarah Luwu yang dibangun oleh nilai adat, budaya, dan keberanian para leluhur dalam menjaga tanah dan martabatnya.

“Luwu bukan sekadar wilayah administratif, tetapi sebuah peradaban yang tumbuh dan bertahan selama ratusan tahun. Usia 758 tahun ini adalah bukti bahwa Luwu dibangun dengan nilai-nilai luhur yang harus terus kita jaga dan rawat bersama,” ujar Andi Rere, Jumat (23/1/2026).
Selain memperingati Hari Jadi Luwu, PPLR juga memberikan penghormatan khusus pada Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-80. Andi Rere menyebut perlawanan rakyat Luwu sebagai simbol keberanian kolektif dalam menentang penjajahan dan ketidakadilan, yang menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

“Perlawanan Rakyat Luwu bukan hanya catatan sejarah, tetapi identitas. Itu adalah pesan kuat bahwa rakyat Luwu tidak pernah tunduk pada penindasan. Semangat ini harus tetap hidup dan menjadi napas perjuangan kita hari ini,” tegasnya.

Menurut Andi Rere, nilai-nilai perlawanan tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini, terutama dalam menghadapi tantangan pembangunan yang belum sepenuhnya merata di wilayah Luwu Raya. Ia menekankan pentingnya memperjuangkan keadilan sosial dan pemerataan pembangunan dengan tetap mengedepankan persatuan.

“Hari ini kita tidak lagi mengangkat senjata, tetapi kita berjuang melalui pikiran, persatuan, dan keberanian menyuarakan kebenaran. Perjuangan kita adalah memastikan pembangunan dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat Luwu Raya,” jelas Andi Rere.

PPLR memandang bahwa persatuan seluruh wilayah Luwu Raya—Kabupaten Luwu, Kota Palopo, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Luwu Tengah—merupakan kunci utama dalam mewujudkan masa depan daerah yang lebih sejahtera dan bermartabat. Momentum peringatan ini disebut sebagai ruang konsolidasi moral dan sosial masyarakat Luwu Raya.
“Luwu Raya hanya akan kuat jika seluruh elemennya bersatu. Tidak ada yang lebih tinggi, tidak ada yang lebih rendah. Kita semua berdiri di atas sejarah dan tanah yang sama,” katanya.

Lebih lanjut, Andi Rere juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam menjaga dan melanjutkan nilai-nilai sejarah Luwu. Ia menilai, generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam merawat identitas daerah sekaligus membawa Luwu Raya menuju kemajuan yang berkelanjutan.

“Generasi muda Luwu harus bangga dengan sejarahnya. Dari sejarah itulah lahir karakter, keberanian, dan visi masa depan. Jika sejarah dijaga, maka masa depan akan berdiri kokoh,” ungkapnya.

Dalam pernyataannya, PPLR turut mengajak seluruh elemen masyarakat—pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, dan pemuda—untuk menjadikan peringatan ini sebagai titik tolak memperkuat solidaritas sosial dan komitmen membangun daerah.
“Ini adalah momentum untuk bersatu, saling menguatkan, dan menjaga marwah Tanah Luwu. Perjuangan para leluhur harus kita balas dengan kerja nyata dan persatuan yang kuat,” kata Andi Rere.

Menutup pernyataannya, Andi Rere menegaskan komitmen PPLR untuk terus menjadi bagian dari perjuangan moral dan sosial masyarakat Luwu Raya, dengan tetap menjunjung tinggi nilai adat, budaya, dan persatuan.
“Kami di PPLR akan terus berdiri bersama rakyat Luwu Raya. Sejarah adalah akar kita, persatuan adalah kekuatan kita, dan masa depan adalah tanggung jawab bersama,” pungkas Andi Rere.

Peringatan Hari Jadi Luwu ke-758 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-80 yang jatuh pada 23 Januari 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi pengingat kolektif akan pentingnya menjaga sejarah, memperkuat persatuan, dan melanjutkan perjuangan demi Luwu Raya yang adil, bermartabat, dan berdaulat.

Liputan:Rd
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Keluarga Besar Putra-Putri Luwu Raya (PPLR) menyampaikan ucapan Selamat Hari Jadi Luwu ke-758 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-80 yang diperingati pada Jumat, 23 Januari 2026.

Trending Now