Arahan tersebut menegaskan komitmen Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta dalam mendorong kinerja berkelanjutan yang berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Kasubbag Tata Usaha Kankemenag Jakarta Utara, Mursidih, dalam arahannya menyampaikan bahwa sejumlah penghargaan yang diraih pada akhir tahun 2025, baik di tingkat kota maupun provinsi, harus dimaknai sebagai pemicu peningkatan kinerja, bukan alasan untuk berpuas diri. Ia secara langsung mengingatkan agar capaian tersebut dijaga dan ditingkatkan melalui kerja nyata. “Jangan terlena dengan penghargaan, justru kita harus mampu menjaganya dan terus berprestasi serta berkarya,” ujarnya.
Secara tidak langsung, Mursidih menegaskan bahwa berbagai penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh ASN, sejalan dengan semangat yang dibangun oleh Kanwil Kemenag DKI Jakarta dalam memperkuat budaya kerja kolaboratif. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan lembaga lahir dari soliditas tim dan kesadaran bersama untuk terus maju. Menurutnya, tidak ada capaian individual dalam organisasi. “Tidak ada superman di kantor ini, yang ada hanyalah superteam. Kekompakan inilah yang harus terus kita jaga,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Mursidih juga mengapresiasi implementasi program ekoteologi yang telah dijalankan ASN melalui upaya menghijaukan lingkungan kantor.
Gerakan ini dinilai sebagai bentuk nyata dukungan terhadap kebijakan Menteri Agama dan Kanwil Kemenag DKI Jakarta dalam mengintegrasikan nilai keagamaan dengan kepedulian lingkungan.
Ia menyampaikan bahwa lingkungan kerja yang hijau dan asri tidak hanya memperindah kantor, tetapi juga menciptakan suasana kerja yang sehat dan nyaman bagi masyarakat yang menerima layanan.
Menutup arahannya, Mursidih mengajak seluruh ASN untuk terus berpartisipasi aktif dalam gerakan tersebut. Ia berharap lingkungan kantor Kemenag Jakarta Utara semakin bersih dan hijau sebagai wujud pelayanan publik yang ramah dan berkelanjutan.
Upaya ini diharapkan dapat memperkuat citra Kementerian Agama sebagai institusi yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan keagamaan, tetapi juga peduli terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

