Nelmi tercatat mulai mengabdi sebagai pendidik di MTsN 6 Jakarta sejak 1995. Selama hampir 30 tahun, ia menjalankan tugas mengajar di berbagai bidang, mulai dari Ilmu Pengetahuan Alam, Bahasa Indonesia, Bimbingan dan Konseling, hingga Seni Budaya dan Keterampilan. Dedikasi lintas bidang ini dinilai berkontribusi nyata dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan madrasah.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Adib, menyampaikan bahwa Satyalencana Pengabdian diberikan sebagai penghargaan negara kepada aparatur yang menunjukkan integritas, loyalitas, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas. Menurutnya, peran guru madrasah merupakan pilar penting dalam mencetak generasi berilmu dan berakhlak, sekaligus wujud nyata program pembinaan sumber daya manusia yang dijalankan Kemenag.
Nelmi mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya. Ia mengatakan selama bertugas berupaya menjalankan amanah sebagai pendidik dengan sebaik-baiknya. “Penghargaan ini saya terima dengan penuh rasa syukur. Ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi juga untuk seluruh rekan guru yang terus berjuang mendidik generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa apresiasi tersebut diharapkan menjadi penyemangat bagi para pendidik untuk terus mengabdi secara profesional dan ikhlas. Menurutnya, madrasah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kompetensi peserta didik.
Pemberian Satyalencana Pengabdian XXX ini mencerminkan komitmen Kanwil Kemenag DKI Jakarta dalam menghargai dedikasi tenaga pendidik. Melalui apresiasi tersebut, Kemenag DKI Jakarta terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan madrasah yang berdampak positif bagi masyarakat dan pembangunan sumber daya manusia.

