Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, memimpin Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepariwisataan Tahun 2026 yang digelar di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin (12/01/2026).
Rakornas ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan serta memperkuat sinergi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan pariwisata nasional yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
Dalam arahannya, Wapres Gibran menegaskan bahwa sektor pariwisata merupakan salah satu motor penggerak perekonomian nasional yang memiliki efek berganda luas, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, hingga penguatan ekonomi daerah. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi kebijakan serta memperkuat keberlanjutan program kepariwisataan agar tren pertumbuhan positif yang telah dicapai dapat terus meningkat di tahun-tahun mendatang.
“Pariwisata tidak boleh hanya mengejar angka kunjungan, tetapi harus memastikan keberlanjutan lingkungan, budaya, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal,” tegas Wapres dalam sambutannya.
Wapres Gibran juga memberikan apresiasi kepada seluruh kementerian dan lembaga terkait, serta pemerintah daerah, atas kinerja kolektif yang berhasil mendorong peningkatan jumlah wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Capaian tersebut dinilai berdampak signifikan terhadap perekonomian nasional, dengan kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang diperkirakan mencapai 4,9 persen.
Menurut Wapres, capaian tersebut harus dijadikan fondasi untuk melangkah lebih jauh melalui peningkatan kualitas destinasi wisata, bukan sekadar kuantitas. Ia mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan infrastruktur pendukung pariwisata, termasuk aksesibilitas menuju destinasi unggulan, kualitas sarana transportasi, serta jaminan keselamatan dan keamanan wisatawan.
Selain itu, Wapres menyoroti pentingnya pembenahan kebijakan visa dan kemudahan perjalanan bagi wisatawan mancanegara. Kebijakan yang adaptif dan kompetitif dinilai menjadi faktor krusial dalam meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat.
“Indonesia memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Namun, tanpa kemudahan akses, pelayanan yang baik, serta standar keselamatan yang tinggi, potensi tersebut tidak akan optimal,” ujar Wapres.
Rakornas Kepariwisataan 2026 ini turut dihadiri oleh Menteri Pariwisata, perwakilan kementerian dan lembaga terkait, gubernur, bupati, dan wali kota, serta para pemangku kepentingan sektor pariwisata. Forum ini juga menjadi ajang evaluasi program kepariwisataan sebelumnya sekaligus perumusan langkah strategis untuk menghadapi tantangan dan peluang pariwisata nasional ke depan.
Melalui Rakornas ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi, sejalan dengan visi pembangunan nasional dan target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 dan seterusnya.
Red-Ervinna

