POLEWALI MANDAR-detiksatu.com —
Hembusan angin kencang yang melanda kawasan Pasar Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Kamis (15/1/2026), nyaris berujung petaka.
Sebuah atap bangunan di dalam area pasar terlepas dari rangkanya dan terbang hingga jatuh ke badan jalan raya di depan pasar, lokasi yang setiap hari ramai dilalui kendaraan.
Peristiwa tersebut terjadi pada jam-jam aktivitas pasar masih berlangsung. Sejumlah pengendara roda dua dan roda empat yang melintas di depan Pasar Campalagian dilaporkan nyaris tertimpa material atap yang terseret angin dan jatuh melintang di jalur lalu lintas. Warga dan pedagang sempat panik, sementara arus kendaraan melambat hingga berhenti sesaat.
“Anginnya tiba-tiba sangat kencang. Kami kaget karena atap langsung terangkat dan jatuh ke jalan,” ujar salah seorang pedagang yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Beruntung, hingga berita ini diturunkan tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka.
Material atap yang berserakan di jalan kemudian disingkirkan secara gotong royong oleh pedagang, warga sekitar, dan pengguna jalan agar lalu lintas kembali normal.
Meski tidak menimbulkan korban, kejadian ini kembali mengungkap persoalan klasik kondisi infrastruktur Pasar Campalagian.
Sejumlah pedagang menilai bangunan pasar, khususnya bagian atap dan rangka, sudah lama membutuhkan perbaikan serius. Kondisi bangunan dinilai rentan dan tidak sepenuhnya siap menghadapi cuaca ekstrem, seperti angin kencang dan hujan deras yang belakangan kerap terjadi.
Pasar Campalagian merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah pesisir Polewali Mandar.
Setiap hari, pasar ini dipadati pedagang dan pembeli dari berbagai desa sekitar. Selain itu, letaknya yang berada tepat di jalur utama membuat kawasan pasar selalu ramai lalu lintas, sehingga potensi risiko keselamatan publik menjadi tinggi apabila bangunan pasar tidak terawat dengan baik.
Pengamat kebijakan publik di Polewali Mandar menilai insiden ini seharusnya menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah. Pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi bangunan pasar, termasuk kekuatan struktur dan kelayakan fasilitas umum, dinilai mendesak dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Kalau jatuhnya beberapa detik lebih lambat atau tepat mengenai kendaraan, dampaknya bisa fatal. Ini soal keselamatan warga,” ujarnya.
Hingga Kamis sore, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah terkait langkah penanganan pascakejadian tersebut.
Warga dan pedagang berharap insiden ini tidak hanya dicatat sebagai peristiwa cuaca semata, tetapi menjadi dasar evaluasi dan perbaikan menyeluruh terhadap kondisi Pasar Campalagian.
Bagi masyarakat, pasar bukan sekadar tempat berjual beli, melainkan ruang publik yang seharusnya aman.
Kejadian atap terbang akibat angin kencang ini menjadi pengingat bahwa keselamatan infrastruktur publik tidak boleh diabaikan, terlebih di tengah meningkatnya intensitas cuaca ekstrem.
Liputan:Rd

