Desa Babo terletak sekitar 40 KM dari Kota Aceh Tamiang, desa yang akses jalannya masih rusak ini merupakan lokasi yang sangat parah terdampak akibat banjir bandang akhir November 2025 lalu, dengan kerusakan masif seperti rumah rusak total, infrastruktur hancur, dan matinya aliran listrik.
Desa Babo dihantam banjir setinggi 15 meter saat air datang menerjang pemukiman warga. Rumah-rumah warga ikut terseret arus air yang datang dengan derasnya kala itu, menyebabkan aktivitas warga dan perekonomian lumpuh total.
Warga terdampak parah masih sangat membutuhkan hunian sementara, bantuan makanan, air bersih, obat-obatan dan lainnya. Warga yang bertahan di pengungsian sementara kondisinya sangat memprihatinkan dan membutuhkan pemulihan jangka panjang.
Tim kemanusiaan yang dipimpin Ketua Yayasan RSIB Dr Dwi Sudharto menyisiri lokasi bencana tersebut. Selain Dwi, juga ikut dalam rombongan antara lain H. Heri Haerudin (Pimpinan IPHI Kota Bogor), Eddy Tasman (Pimpinan Yayasan RSIB), H. Adriansyah Armawi (Pimpinan Yayasan RSIB), Ustaz Salam (Koordinator Tim Kemanusiaan Binjai) dan sejumlah aktivis dari lembaga pendidikan Al Munadi.
Di lokasi bencana, khususnya di daerah dataran tinggi, tim kemanusiaan membangun tujuh hunian sementara (huntara) berikut kelengkapannya seperti musala, dapur umum dan MCK (mandi cuci kakus) serta alat penerangan.
Prosesi penyerahan bantuan secara simbolik disampaikan Ketua Yayasan RSIB Dr Dwi Sudharto dan tim kepada Kepala Desa Babo Khairi Ramadhan.
Data lengkap bantuan berupa:
7 unit hunian sementara (huntara)
1 unit musala/aula terbuka berikut kelengkapan ibadah (6 roll karpet sajadah dll)
1 unit dapur umum lengkap dengan peralatan dapur
6 unit MCK (mandi cuci kakus)
jaringan air bersih (2 menara air dengan toren beserta sumur bor)
4 unit lampu tenaga surya (setiap bangunan lengkap dengan jaringan listrik dan penerangan)
80 buah mukena, 80 buah sarung dan 80 buah baju koko
paket sembako (beras, telur, minyak, gula dan kopi)
paket obat-obatan (26 jenis obat)
Ketua Yayasan RSIB Dr Dwi Sudharto bersyukur ia dan rombongan bisa melihat kondisi lapangan dan menyerahkan langsung bantuan. Pihaknya berharap bantuan dari para dermawan bisa meringankan beban bagi masyarakat terdampak.
Sementara itu, Kepala Desa Babo Khairi Ramadhan mengucapkan rasa terima kasih kepada tim kemanusiaan dan para dermawan yang mengirimkan bantuannya. “Bersyukur kepada Allah dan teriring salam untuk Rasulullah, saya selaku penghulu (kepala desa) mewakili warga kami mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan,” ujarnya.
Usai menyisir lokasi bencana, khususnya wilayah yang sempat terendam banjir setinggi 15 meter, tim kemanusiaan dan kepala desa beserta warga sekitar berkumpul dan makan malam bersama.
Yang membahagiakan, saat makan bersama, aliran listrik di komplek huntara itu menyala dan alat penerangan bisa digunakan. [ ]

