Bupati Lembata Sebut Jagung Titi Sudah Dipasarkan ke Kupang, Jakarta hingga Hong Kong

Redaksi
Februari 05, 2026 | Februari 05, 2026 WIB Last Updated 2026-02-05T08:49:15Z

Foto: Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq saat membawakan sambutan di acara Launching NTT Mart, Lewoleba, Kamis, 5 Februari 2026 (Dok.EB)

Lembata, NTT, detiksatu.com || Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, menyebutkan bahwa salah satu produk unggulan Kabupaten Lembata, yakni jagung titi telah dipasarkan ke Kupang, Jakarta hingga Hong Kong.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kanis Tuaq dalam sambutannya pada acara Launching NTT Mart di Lewoleba, Kamis, 5 Februari 2026. Ia menjelaskan bahwa produk lokal Lembata yang telah dilaunching, yakni jagung titi.

 “Jagung jagung titi, saat ini, kita sudah pasarkan ke Kupang di Bandara El Tari lewat kerja sama Bank NTT, dan juga kita sudah pasarkan ke Jakarta di Wisma NTT, kita juga kirim ke Hong Kong, masih dalam bentuk sampel-sampel, uji coba yah. Semua ke depannya, jagung titi ini menjadi branding kita,” ujar Bupati Kanis Tuaq di hadapan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Forkopimda, serta tamu undangan lainnya.

Untuk menjaga keberlanjutan produksi jagung titi, Bupati Lembata menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan sistem dari hulu hingga hilir. Di bagian hulu, kata dia, Dinas Pertanian bertanggung jawab memastikan ketersediaan bahan baku jagung pulut.

 “Nah, untuk menjaga keberlanjutan ini, kami membuat sistem untuk di hulunnya, itu tugasnya Dinas Pertanian untuk menjaga bahan baku jagung pulut ini tidak boleh kurang, tidak boleh punah sehingga kita melakukan penanamannya setiap musim, musim hujan kita tanam, musim kemarau juga kita tanam,” jelasnya.

Sementara pada bagian tengah atau proses pengolahan, tanggung jawab berada pada Dinas Pemberdayaan Perempuan. Pengolahan jagung pulut menjadi jagung titi melibatkan Mama-mama (ibu-ibu) di desa. 

“Jadi, desa A kita inventaris sekian orang, desa B sekian orang, lalu di sana kita buatkan tempat titi jagungnya. Sehingga saat hari-hari tertentu, misalnya hari Minggu sehabis gereja, mama-mama di desa itu berkumpul lalu titi. Begitu juga dengan desa-desa yang lain,” tutur Bupati  Kanis Tuaq.

Untuk sektor hilir, lanjutnya, peran Koperindag, Dekranasda, dan Bank NTT sangat penting dalam proses pembelian, pengemasan, hingga pemasaran produk jagung titi. 

 “Nanti dengan hilirnya, Koperindag, Dekranasda, dan Bank NTT. Itu tugasnya membeli jagung titi desa, dari mama-mama lalu dikemas. Kemarin, kantor produksinya masih di Dinas Koperindag. Sekarang ada NTT Mart ini, rumah produksinya kita lakukan di sini sekaligus kita jual,” katanya.

Pantauan detiksatu di NTT Mart Lembata, tampak berbagai produk lokal telah dikemas dan dipasarkan, di antaranya jagung titi dengan "branding" Jagung Titi Ina Florata, Jagung Titi Baleo, Beras Sorgum Ile Nogo, Kriuk Lomblen, Kopi Leye Leuhoe, keripik talas, serta beragam produk lainnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengaku telah mencicipi jagung titi produk Lembata. Ia menyoroti perbedaan kemasan dari produk yang sama.

 “Tadi saya makan itu, Pak Bupati (sambil menunjuk produk jagung titi di meja), satu masih model begitu, sederhana sekali, satu model bagus dibikin Bank NTT, sudah pakai dengan ‘Ayo Bangun Lembata, Ayo Bangun NTT’, kemasan bagus,” ujar Gubernur.

Menurutnya, meskipun berasal dari produk yang sama, perbedaan kemasan terjadi karena adanya pendampingan dari pihak perbankan.

 “Dua produk berbeda ini isinya sama, itu terjadi karena satu sudah dapat pendampingan, yang satu kan belum. Oleh karena itu, perbankan bisa bantu agar kemasan bisa bagus. KUR-nya dapat, pendampingannya dapat, gratis kan,” kata Gubernur.

Acara Launching NTT Mart tersebut juga dihadiri oleh pimpinan Bank NTT, Bank BRI, dan Bank BNI sebagai bentuk dukungan perbankan terhadap pengembangan produk UMKM lokal di Lembata.

Reporter: Emanuel Boli
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bupati Lembata Sebut Jagung Titi Sudah Dipasarkan ke Kupang, Jakarta hingga Hong Kong

Trending Now