Depok,detiksatu.com || Soal ketidakadilan di negeri ini rasanya masih jauh dari kata berhenti, lantaran belakangan ini menimpa warga kelurahan Cisalak, Depok.
Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) berencana melebarkan pembangunan kampus namun harus diwarnai aksi yang disebut ‘merampas’.
Karena hal itulah nasib warga Cisalak harus tergusur karena tanah milik mereka menjadi korban demi proyek pembangunan kampus itu.
Hal itu menjadi kabar yang mengejutkan di media sosial karena diinformasikan oleh sosok pegiat media sosial yang disapa dengan nama Bung Madin.
Dilansir Kilat.com dari cuitan akun Twitter @bung_madin pada Rabu, 26 Juli 2023, ada beberapa hal yang patut diketahui mengenai ketidakadilan di bumi Depok ini.
“Info seperti Xtwitter, Alshad, Bu Susi, Nanakoot & Logo Twitter telah menggusur berita ketidakadilan di tanah Depok yg dilakukan oleh Kampus Internasional terhadap masyarakat setempat yg berani merampas tanah miliknya.,” tulisnya.
“Investigasi Bung Madin diawali dgn catatan selembar kertas yg berisi 'Pengosongan Lahan' kpd warga yg menggarap ataupun tinggal dilingkungan UII yg terletak di Kelurahan Cisalak, Depok, Jawa Barat.,” lanjutnya.
Hal tersebut membuat sosok bernama Romaldus Trio menjadi was-was karena apabila warga tidak segera mengosongkan lahan pihak kampus UIII akan meminta bantuan pihak keamanan untuk mengusir.
Sblm kejadian tsb, pihak UII menjanjikan untuk memberikan uang 2,5 juta kpd Bpk Romaldus untuk setiap bidang tanahnya,” jelasnya.
Namun, janji untuk mengganti uang tersebut ternyata sampai pada tahun 2023 ini belum diterima yang bersangkutan.
Oleh sebab itu, masyarakat Cisalak kompak melaporkan kebiadaban tersebut dan meminta bantuan kepada LBH Jakarta.
“Tak hanya itu kontroversi yg lain pun terjadi pd tgl 7 November 2019 yg dialami oleh Jeremias Ndiang (47 thn), sebanyak 2 rb orang berhasil mengamankan.,” tambahnya.
Kejadian tersebut ternyata membawa dampak yang cukup dalam, membuat anak Jermias mengalami trauma berat dan diliputi ketakutan.
“Kampus tsb sebenarnya di rencanakan sbg kampus masa depan bagi Peradaban Islam di Indonesia, sbg penduduk muslim terbesar di dunia.,” imbuhnya.
Namun, menurut Bung Madin ketidakadilan yang menimpa warga membuat mereka bingung harus tinggal di mana lagi. (*)

