Gayo Lues,Detiksatu.com || Bencana alam hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Gayo Lues telah berlalu sekitar dua setengah bulan. Namun, hingga kini, respons BPBD Gayo Lues dinilai masih sebatas tahap penjelasan dan sosialisasi kepada masyarakat terdampak.
Anggota DPRK Gayo Lues, H. Ibnu Hasim, kepada awak media menyampaikan bahwa jeda waktu dua bulan pascabencana seharusnya sudah diikuti langkah konkret. Menurutnya, pada fase ini BPBD semestinya telah merealisasikan penyerahan Rumah Hunian Sementara (Huntara), serta menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi warga yang memilih tidak menempati Huntara.Kami melihat kinerja BPBD baru sampai pada tahap sosialisasi. Padahal, kebutuhan mendesak masyarakat adalah kepastian hunian dan bantuan yang langsung dirasakan,ujar Ibnu Hasim.Selasa ( 10/02/2026 )
Ia menegaskan, pemulihan pascabencana tidak cukup berhenti pada pendataan dan penjelasan. BPBD didorong untuk fokus pada pemulihan lintas sektor, antara lain perbaikan akses jalan dan jembatan menuju desa-desa terdampak, pemulihan jaringan air bersih, listrik desa di luar tanggung jawab PLN, serta jaringan irigasi yang menopang kehidupan warga.
Selain itu, percepatan penyediaan tempat pelayanan pendidikan agar proses belajar-mengajar kembali berjalan normal juga menjadi perhatian. Menurut Ibnu Hasim, langkah-langkah tersebut penting untuk mengembalikan stabilitas kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.Pemulihan harus menyentuh kebutuhan dasar warga. Tujuannya jelas, agar masyarakat kembali stabil dan perlahan lepas dari trauma pascabencana,tutupnya.
Sementara itu,Hasil konfirmasi dari Kepala BPBD Kabupaten Gayo Lues menyebutkan bahwa bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) tahap pertama telah disalurkan sesuai data kepada 426 Kepala Keluarga (KK). Sementara itu, hunian sementara (huntara) direncanakan mulai dihuni oleh para pengungsi terpusat pada tanggal 15. Hingga saat ini, proses pembangunan huntara masih berjalan.Untuk DTH tahap kedua, BPBD telah melakukan proses verifikasi serta uji kebenaran data.
Reporter : Dir

