Foto: Sampah diduga berasal dari dapur MBG di Lewoleba, Lembata, dibuang sembarangan di lahan warga (dok.RT)
Lembata, NTT, detiksatu.com || Mobil Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di Lewoleba Kabupaten Lembata, NTT, diduga kuat membuang sampah sisa dari dapur MBG di lahan milik warga.
Peristiwa tersebut terjadi di ujung aspal sekitar 100 meter dari arah jalan dari Puskesmas Pada menuju Kampung Belang, Desa Watokobu pada Sabtu, 7 Februari 2026, sekitar pukul 17.24 Wita.
Hal tersebut diungkapkan kepada awakmedia detiksatu.com oleh Remigius Tolok warga Lembata yang lahannya dijadikan tempat sampah-sampah dibuang secara sembarangan itu, di Lewoleba Minggu (08/02/2026) sekitar pukul 19.27 Wita.
Menurut Remigius sebelum tiba di lahan tempat miliknya, sampah itu dibuang, ia sempat berpapasan dengan mobil SPPG yang dicurigainya baru selesai membuang sampah di lahannya.
“Karena begini, sebelum saya tiba di lokasi sampah, saya berpapasan dengan mobil MBG (SPPG). Mobil MBG, tapi saya tidak tahu punya siapa, tapi, sudah ada beberapa dapur ini mobil yang sama. Saya berpapasan dan saya curiga karena mobil ini bau, jangan sampai dia bawa sampah. Mobil itu saya ketemu sekitar 50 meter kembali dari ujung aspal,” ujar Remigius.
Ia menjelaskan, mobil tersebut berwarna putih dan terdapat logo SPPG. Meski tidak sempat mengambil foto atau video, Remigius menyebut ada seorang saksi yang memberikan keterangan sesuai yang ia duga dan ada videonya.
Remigius menduga sampah tersebut berasal dari dapur MBG milik salah satu investor di Lembata. Sampah yang ditemukan antara lain kulit buah semangka, pepaya, plastik pembungkus makanan, tangkai kelor, serta limbah cair yang berbau busuk.
"Sampah cair kayak sedimen endapan limbah cucian itu kah, lemak, itu kayaknya mereka baru habis keruk dari bak penampung lalu bawa buang ke situ, busuk sekali, yang warna agak abu-abu itu, sampah cairnya sudah meresap ke dalam tanah (infiltrasi), merusak tanah saya," kata Remi.
Ia juga menyebut bahwa saat mobil tersebut mendaki dari arah Puskesmas Pada, sebagian limbah yang berbau busuk sudah tumpah di jalan.
Merasa kesal atas kejadian tersebut, Remigius Tolok berencana melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian, karena dinilai sebagai dugaan pelanggaran hukum lingkungan hidup.
"Persoalan sampah ada dampak buruknya, pasal pidana penyerobotan lahan su pasti, dan pidana lingkungan hidup," tegasnya.
Selain sampah yang diduga berasal dari dapur MBG, Remigius juga menyebut bahwa di lokasi tersebut terdapat sampah lain yang berasal dari warung makan dan toko.
"Saya sudah telusuri orangnya, kantongi pelakunya, penjual mainan anak-anak," ujar Tolok.
Pada Minggu, 8 Februari 2026 sore sekitar pukul 18.15 Wita, detiksatu mendatangi lokasi pembuangan sampah tersebut. Namun, sisa plastik dan kulit buah-buahan yang sebelumnya terlihat telah diambil kembali dan dibuang ke tempat lain.
Hingga berita ini diturunkan, terduga investor pemilik dapur MBG belum berhasil dihubungi untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan tersebut.
Reporter: Emanuel Boli

