📅 13 Februari 2026
✨ Menanggapi masukan dari Dr. dr. Saharawatie, ahli paru-paru di RS Pertamina, mengenai memoar Prof. Dr. Joni Hermana, alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) lulusan tahun 80-an.
🌟 *Kecerdasan yang Mengantar pada Kebenaran*
Luar biasa perjalanan hidup Prof. Joni Hermana. Kecerdasannya tidak berhenti pada gelar dan prestasi, tetapi ditingkatkan untuk menemukan KEBENARAN, lalu diwujudkan secara nyata demi mencapai kehidupan hakiki.
Beliau memilih jalan militansi total, meninggalkan gemerlap dunia demi mendekat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala 🤲✨
📖 *Kisah Singkat Perjalanan Religi Prof. Joni Hermana.*
Seorang doktor sekaligus profesor dengan karier cemerlang dan penghasilan besar memilih meninggalkan pekerjaannya untuk mondok, mendalami Al-Qur’an, dan menghafal 30 juz sebagai bekal menghadap Allah.
Sejak kecil hingga dewasa ia selalu berprestasi peringkat satu, lulus cum laude, karier gemilang, dihormati banyak orang. Namun di balik semua itu, hatinya terasa kosong. Ia sadar terlalu mengejar dunia dan melalaikan akhirat.
Ketika memutuskan menjadi penuntut ilmu agama dan penghafal Al-Qur’an, justru cemoohan datang. Banyak yang menganggap keputusannya sia-sia karena meninggalkan jabatan dan kenyamanan dunia.
Suatu hari saat menjadi imam salat Subuh dan membaca Surah ‘Abasa ayat 34 tentang dahsyatnya hari kiamat di mana setiap orang lari dari keluarganya dan sibuk dengan urusannya sendiri, ia menangis tersedu. Ia tersadar bahwa pujian, gelar, dan kebanggaan manusia tak akan berarti di hadapan Allah.
Kepada ibunya ia berkata, ia takut jika kelak di Padang Mahsyar bekalnya sedikit.
Saat itulah ia merasakan kebahagiaan sejati: bukan karena prestasi dunia, tetapi karena memilih jalan menuju ridha Allah. 🌿
Kisah ini mengingatkan, bahwa dunia bisa membanggakan kita, tetapi akhiratlah tujuan sebenarnya.
🔥 *Refleksi untuk Kita Hari Ini*
Sekarang pertanyaannya, apakah kita mampu memetik ibrah dalam dimensi waktu kekinian? ⏳
Secara teori, konsep JALAN PULANG menuju Ilahi Rabbi sederhana saja:
👉 Ubah mindset dari orientasi mengejar KEBAHAGIAAN pribadi, menjadi orientasi meningkatkan DAYA GUNA hidup.
👉 Jadilah benar-benar BERGUNA bagi orang lain, masyarakat, bangsa, dan negara.
Menuju INDONESIA BERTAQWA 🇮🇩🌙
Barulah, dengan izin Allah, kita merasakan INDONESIA EMAS, bukan Indonesia cemas.
⚖️ *Daya Guna Diri dalam Perspektif Al-Qur’an*
*Allah berfirman dalam Surah Al-Ma’idah ayat 32:*
“Barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia.”
(QS. Al-Ma’idah 5:32)
*Inilah ukuran DAYA GUNA diri kita.*
Mengurus, melayani, dan menyelamatkan satu orang saja substansinya di sisi Al-Qur’an seperti menyelamatkan seluruh manusia.
Sebaliknya, merusak dan membinasakan dalam berbagai bentuknya seakan merusak seluruh umat manusia.
🌧️ *Indonesia Taqwa, Indonesia Berkah*
Allah juga menegaskan dalam Surah Al-A’raf ayat 96:
“Sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi…”
(QS. Al-A’raf 7:96)
Keberkahan hidup bangsa ini bergantung pada IMAN dan TAQWA.
Indonesia Emas harus berpondasi Indonesia Taqwa. 🌟
💖 *Kebahagiaan yang Sesungguhnya*
Allah berfirman dalam Surah Ar-Ra’d ayat 28–29:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d 13:28)
“Orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka mendapat kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.”
(QS. Ar-Ra’d 13:29)
Kebahagiaan sejati lahir dari iman, amal saleh, dan kebermanfaatan hidup.
⚠️ *Jangan Abaikan Al-Qur’an*
Allah mengabadikan keluhan Rasulullah ï·º dalam Surah Al-Furqan ayat 30:
“Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur’an ini diabaikan.”
(QS. Al-Furqan 25:30)
Jangan sampai kita termasuk yang mengabaikan pedoman hidup ini.
🌿 *Penutup*
Mari samakan visi dan persepsi:
Kesadaran dan ketaatan hanya kepada Allah dan Rasul-Nya.
Kondisikan INDONESIA BERTAQWA dan EMAS.
Dengan menjadi orang yang BERGUNA, insyaAllah KEBAHAGIAAN akan datang mengikuti. ✨🤲
*Salam Ta’ziem, Taqwa dan Jihad.*
*BES = Brother Eggi Sudjana*

