Jakarta, detiksatu.com || Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memangkas hambatan ekspor bagi pelaku usaha di daerah melalui penguatan infrastruktur strategis. Pemerintah berencana membuka akses langsung ke pelabuhan dan bandara bagi Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) agar mampu menembus pasar internasional tanpa terhambat regulasi yang berbelit.
Dalam sambutannya pada ajang Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026), Presiden mengungkapkan bahwa pembangunan ekosistem Koperasi Merah Putih telah mencapai tahap signifikan.
Sebanyak 30.000 unit koperasi tengah disiapkan menjadi fondasi baru rantai pasok nasional, lengkap dengan fasilitas gudang dan penyimpanan berpendingin (cold storage).
“Setiap koperasi punya gudang, punya cold storage, punya gerai-gerai. Di situ akan ada farmasi desa murah, obat generik akan sampai, akan ada klinik desa, akan ada gerai untuk super micro financing, untuk membantu menghilangkan peran daripada rentenir,” ujar Presiden dalam keterangan yang disampaikan melalui Kemenko Perekonomian, Minggu (15/2/2026).
Perkuat Rantai Pasok dan Pangkas Tengkulak
Infrastruktur ini dirancang untuk memutus rantai distribusi yang panjang serta mengurangi ketergantungan pada tengkulak. Dengan model terintegrasi tersebut, petani, peternak, dan nelayan dapat langsung memasok produk ke koperasi tanpa perantara yang selama ini menyerap margin keuntungan cukup besar.
Skema ini diyakini akan meningkatkan nilai tambah di tingkat produsen. Produk hasil pertanian, perikanan, dan peternakan dapat disimpan dengan standar mutu yang lebih baik melalui fasilitas cold storage, sehingga memiliki daya saing lebih tinggi, baik di pasar domestik maupun internasional.
Presiden menekankan, penguatan koperasi bukan sekadar program ekonomi, melainkan strategi membangun kemandirian desa dan kelurahan sebagai pusat pertumbuhan baru.
Akses Ekspor Langsung Dibuka
Terkait ekspansi pasar global, Presiden memastikan pemerintah akan menyederhanakan regulasi ekspor bagi daerah yang memiliki komoditas unggulan. Ia bahkan menyatakan kesiapan membuka pelabuhan dan bandara tertentu agar koperasi dapat melakukan ekspor secara langsung.
“Kalau dia mampu, kita akan permudah akses kepada ekspor. Dia bisa ekspor langsung. Kita akan buka pelabuhan-pelabuhan, lapangan-lapangan terbang boleh ekspor langsung.
Kita akan permudah regulasi, supaya mereka bisa menumbuhkan kegiatan ekonomi yang mendasar,” tegas Kepala Negara.
Langkah ini dinilai sebagai terobosan untuk mendorong desentralisasi ekonomi.
Selama ini, ekspor umumnya terpusat di kota-kota besar dengan infrastruktur logistik utama. Dengan kebijakan baru tersebut, daerah produsen diharapkan memiliki jalur distribusi yang lebih cepat, efisien, dan kompetitif.
Fungsi Sosial dan Finansial
Selain menjadi motor ekspor, Koperasi Merah Putih juga difungsikan sebagai pusat layanan sosial dan finansial.
Pemerintah akan menghadirkan gerai farmasi murah yang menyediakan obat generik dengan harga terjangkau serta klinik desa guna memperluas akses layanan kesehatan dasar.
Di sektor pembiayaan, koperasi akan menyediakan layanan super micro financing untuk pelaku usaha ultra-mikro. Skema ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap praktik rentenir yang kerap menjerat dengan bunga tinggi.
Presiden juga memastikan bahwa distribusi barang subsidi ke depan akan dilakukan melalui koperasi guna meminimalkan potensi kebocoran. Penyaluran yang lebih terkontrol dan berbasis kelembagaan lokal diyakini akan meningkatkan ketepatan sasaran.
Dukungan Fiskal dan Efisiensi Anggaran
Dalam kesempatan yang sama, Presiden memaparkan capaian fiskal pemerintah pada tahun pertama kepemimpinannya.
Pemerintah berhasil melakukan penghematan anggaran lebih dari Rp 308 triliun melalui penataan belanja dan efisiensi program.
Anggaran tersebut dialihkan ke sektor-sektor prioritas, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan Koperasi Merah Putih.
Presiden juga mengapresiasi kinerja Danantara Indonesia yang dinilai mampu menghasilkan efisiensi hingga empat kali lipat dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.
Visi “Indonesia Incorporated”
Menutup arahannya, Presiden menekankan visi “Indonesia Incorporated” sebagai semangat kolaborasi nasional. Konsep ini mengedepankan sinergi antara pelaku usaha besar, menengah, kecil, hingga ultra-mikro dalam satu ekosistem ekonomi yang saling menguatkan.
“Kita terbuka untuk investasi dari mana pun, dan kita yakin bahwa kita akan bangkit dengan sangat meyakinkan. Yang besar, yang kuat, yang menengah, yang kecil, yang kurang, semua bekerja sama. Yang besar maju, tarik yang kurang kuat. Yang kuat, tarik yang lemah,” kata Presiden.
Dengan strategi penguatan koperasi, pembukaan akses ekspor langsung, serta efisiensi fiskal yang terarah, pemerintah berharap Koperasi Merah Putih dapat menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan sekaligus pendorong daya saing Indonesia di pasar global.
Red-Ervinna