Prabowo Tekankan Pelestarian Tapak Sejarah Nasional Dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah

Redaksi
Februari 03, 2026 | Februari 03, 2026 WIB Last Updated 2026-02-03T08:56:40Z
Jakarta, detiksatu.com || Presiden Prabowo instruksikan Kepala Daerah jaga dan kestarikan tapak situs sejarah di Indonesia.  Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh kepala daerah di Indonesia untuk memberikan perhatian serius terhadap upaya menjaga dan melestarikan tapak-tapak situs sejarah nasional. Instruksi tersebut disampaikan Presiden dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang digelar di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa pemahaman terhadap sejarah merupakan fondasi penting dalam kepemimpinan dan pembangunan bangsa. Ia mengingatkan bahwa kemajuan suatu negara tidak boleh dilepaskan dari penghormatan terhadap perjalanan sejarahnya.
“Mereka yang melupakan sejarah akan dihukum oleh sejarah. Mereka yang melupakan sejarah akan terbelit dalam kesalahan-kesalahan yang berlaku di masa lalu,” ujar Presiden Prabowo dalam taklimatnya, (2/2/2026).

Presiden kemudian membagikan pengalaman pribadinya saat menyaksikan secara langsung masih adanya jejak diskriminasi serta minimnya penghormatan terhadap sejarah, bahkan puluhan tahun setelah Indonesia merdeka. Hal tersebut menurutnya menjadi cerminan bahwa kesadaran kolektif bangsa dalam merawat warisan sejarah belum sepenuhnya terbentuk.
“Saya masih melihat prasasti. Saya lihat satu prasasti tahun 1978, saya ulangi, tahun 1978, 28 tahun setelah kemerdekaan, masih ada prasasti di kolam renang Manggarai waktu itu. Sayang, mungkin sekarang sudah dibongkar,” ungkapnya.

Menurut Presiden, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pembangunan sering kali mengabaikan nilai-nilai sejarah. Ia menilai, lemahnya perlindungan terhadap situs bersejarah tidak terlepas dari kurangnya perhatian pemerintah daerah dalam perencanaan pembangunan.
“Kadang-kadang kita tidak menghormati sejarah kita sendiri. Situs-situs bersejarah dibongkar. Ini yang harus dipikirkan oleh para kepala daerah,” tegas Presiden.

Dalam kesempatan itu, Kepala Negara juga menyinggung sejumlah contoh konkret situs bersejarah yang keberadaannya kini dipertanyakan. Ia menilai, hilangnya jejak sejarah akibat alih fungsi lahan dan pembangunan yang tidak terkendali merupakan kerugian besar bagi identitas bangsa.
“Saya mau tanya, di mana stasiun RRI yang digunakan Bung Tomo saat pertempuran 10 November? Apakah masih ada? Di mana tapak-tapak Majapahit? Saya dengar ada beberapa yang sudah berubah menjadi pabrik,” katanya.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa bangsa Indonesia berdiri di atas perjuangan panjang, pengorbanan jiwa, serta semangat persatuan para pendahulu bangsa. Oleh karena itu, pelestarian tapak sejarah tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan pembangunan jangka pendek semata.
Ia menginstruksikan agar setiap kepala daerah memastikan kebijakan pembangunan di wilayah masing-masing tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga warisan sejarah dan jati diri bangsa.

Presiden juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga situs-situs bersejarah sebagai bagian dari pendidikan kebangsaan bagi generasi muda.
Rakornas tersebut dihadiri oleh para menteri kabinet, gubernur, bupati, wali kota, serta pimpinan lembaga terkait. Pemerintah berharap instruksi Presiden dapat segera ditindaklanjuti melalui kebijakan nyata di daerah, termasuk penguatan regulasi, pengawasan, serta alokasi anggaran khusus untuk pelestarian situs sejarah nasional.

Red-Ervinna
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Prabowo Tekankan Pelestarian Tapak Sejarah Nasional Dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah

Trending Now