Presiden Prabowo Sapa Jemaah NU dan Bagikan Kaus, Usai Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Malang

Redaksi
Februari 08, 2026 | Februari 08, 2026 WIB Last Updated 2026-02-08T11:35:22Z
Malang, detiksatu.com || Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyapa ribuan jemaah Nahdlatul Ulama (NU) seusai mengikuti rangkaian Mujahadah Kubro Satu Abad NU yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026).

Kehadiran Presiden di luar agenda resmi tersebut sontak menambah semarak suasana, meski acara utama telah dinyatakan berakhir.
Presiden Prabowo tampak menaiki kendaraan taktis Maung RI 1, kendaraan buatan dalam negeri yang menjadi simbol kemandirian industri pertahanan nasional.

Ia melintas perlahan di area luar Stadion Gajayana yang masih dipadati ribuan jemaah NU dari berbagai daerah. Kehadiran orang nomor satu di Indonesia itu langsung menyedot perhatian para jemaah yang masih bertahan di sekitar lokasi acara.
Dengan berdiri di atas kendaraan Maung RI 1, Presiden Prabowo melambaikan tangan sambil menyapa para jemaah dengan penuh kehangatan. Sambutan meriah pun langsung terdengar. Teriakan, salawat, dan ungkapan kegembiraan menggema dari berbagai penjuru. Banyak jemaah tampak mengangkat ponsel mereka untuk mengabadikan momen langka tersebut, meskipun hanya dapat melihat dari kejauhan.

Suasana semakin semarak ketika Presiden Prabowo secara spontan melemparkan puluhan kaus putih bergambar wajah dirinya yang diletakkan di atas kap mobil Maung
RI 1. Aksi spontan ini sontak disambut sorak sorai jemaah. Ribuan orang tampak antusias berebut kaus yang dibagikan langsung oleh Presiden. Meski terjadi desak-desakan kecil, suasana tetap terkendali dan penuh keakraban.

Bagi sebagian besar jemaah, kaus tersebut bukan sekadar cendera mata. Lebih dari itu, kaus itu menjadi simbol kedekatan antara pemimpin negara dengan warga Nahdliyin, sekaligus menjadi kenang-kenangan berharga dari momen bersejarah peringatan satu abad NU.

Salah satu jemaah, Siti Nurkomah, warga Surabaya, mengaku bersyukur meski dirinya tidak memiliki undangan untuk masuk ke dalam Stadion Gajayana.

Menurutnya, bisa melihat Presiden Prabowo secara langsung dan mendapatkan kaus sudah menjadi kebahagiaan tersendiri.
“Alhamdulillah dapat kaus dari Bapak Presiden. Meskipun tidak bisa masuk ke Stadion Gajayana karena tidak punya undangan, tapi bisa bawa pulang kaus yang ada gambar wajah beliau,” ujar Siti.

Siti menuturkan, suasana di luar stadion sempat sangat padat, terutama saat Presiden mulai membagikan kaus. Ia bahkan sempat mengira akan pulang dengan tangan kosong.
“Tadi sempat desak-desakan, rebutan sama ibu-ibu lain. Awalnya tidak dapat, tapi akhirnya dapat juga. Senang sekali, alhamdulillah bisa pulang ke Surabaya bawa oleh-oleh,” katanya sambil tersenyum bahagia.

Pengalaman serupa juga dirasakan Dzaki, jemaah NU asal Kabupaten Malang. Bersama adiknya, Dzaki berangkat dari Kecamatan Kepanjen sejak dini hari demi bisa melihat langsung Presiden Prabowo.
“Tadi berangkat berdua sama adik setelah salat subuh, sampai sini sekitar jam lima pagi,” ujar Dzaki.

Meski tidak sempat bersalaman langsung dengan Presiden, Dzaki mengaku sangat puas dan terkesan. Menurutnya, bisa melihat Presiden dari dekat serta mendapatkan kaus sudah menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.
“Sebenarnya pengen salaman sama Pak Prabowo, tapi tidak bisa. Tidak apa-apa, yang penting sudah melihat langsung dan dapat kausnya,” tuturnya.

Sebagai informasi, Mujahadah Kubro Satu Abad NU yang digelar di Stadion Gajayana Malang diperkirakan dihadiri sekitar 100.000 jemaah dari berbagai wilayah di Jawa Timur. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian besar peringatan satu abad Nahdlatul Ulama, yang diisi dengan doa bersama, zikir, serta refleksi kebangsaan.

Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam kegiatan keagamaan akbar ini dinilai sebagai simbol kuatnya kedekatan antara pemerintah dan ulama. Selain itu, kehadiran tersebut juga mencerminkan dukungan penuh pemerintah terhadap peran strategis NU dalam menjaga persatuan bangsa, meneguhkan nilai-nilai Islam moderat, serta memperkokoh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Momen rebutan kaus putih dari Presiden RI ini pun menjadi cerita tersendiri yang akan dibawa pulang oleh para jemaah ke daerah masing-masing, sebagai kenangan manis dari peringatan satu abad NU yang bersejarah.
Warga Rebutan Kaus Putih dari Presiden RI.

Red–Ervinna
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Presiden Prabowo Sapa Jemaah NU dan Bagikan Kaus, Usai Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Malang

Trending Now