Presiden RI Prabowo Subianto Undang Pengusaha AS Investasi di Indonesia: Kami Yakin Indonesia Kompetitif dan Menarik

Februari 19, 2026 | Februari 19, 2026 WIB Last Updated 2026-02-19T09:58:29Z
Jakarta, detiksatu.com || Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengundang para pengusaha Amerika Serikat (AS) untuk menanamkan modal dan memperluas investasi di Indonesia. Ajakan tersebut disampaikan langsung dalam forum Business Summit yang digelar di US Chamber of Commerce, Washington DC, Rabu (18/2/2026) waktu setempat.

Dalam pidatonya di hadapan para pelaku usaha dan investor global, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia saat ini merupakan destinasi investasi yang sangat kompetitif dan patut diperhitungkan oleh pelaku usaha internasional, khususnya dari Amerika Serikat.
“Kami yakin Indonesia kompetitif dan menarik bagi para pengusaha Amerika Serikat. Indonesia siap menjadi mitra strategis dan basis produksi utama di kawasan,” ujar Prabowo.

Indonesia Jadi Destinasi Investasi Strategis

Prabowo menyampaikan bahwa daya tarik Indonesia tidak hanya bertumpu pada stabilitas ekonomi makro dan besarnya pasar domestik, tetapi juga pada transformasi ekonomi yang tengah dijalankan pemerintah.
Ia menekankan bahwa Indonesia merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan jumlah penduduk lebih dari 270 juta jiwa, yang memberikan keunggulan berupa pasar domestik yang luas sekaligus tenaga kerja produktif.

Menurutnya, Indonesia kini tengah mendorong percepatan industrialisasi nasional guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Transformasi tersebut membuka peluang investasi baru di berbagai sektor strategis, mulai dari energi, manufaktur, teknologi, hingga industri berbasis sumber daya alam.

Kekuatan Mineral Kritis dan Tanah Jarang

Dari sisi sumber daya alam, Prabowo menyoroti besarnya potensi mineral kritis Indonesia yang sangat dibutuhkan untuk teknologi masa depan, termasuk kendaraan listrik dan energi terbarukan.
“Saya kira kami memiliki kekuatan di mineral kritis. Saya juga mendapat laporan bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan cadangan tanah jarang terbesar di dunia,” ucap Prabowo.

Indonesia diketahui memiliki cadangan besar nikel, tembaga, dan bauksit komoditas penting dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik, semikonduktor, dan industri teknologi tinggi. Keunggulan tersebut dinilai menjadi peluang strategis bagi perusahaan AS yang ingin memperkuat rantai pasok global mereka.

Fokus Hilirisasi dan Peran Danantara

Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo juga menjelaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat program hilirisasi industri. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan bahwa sumber daya alam Indonesia tidak lagi diekspor dalam bentuk mentah, melainkan diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi di dalam negeri.

Ia menyebut bahwa Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan menjadi motor penggerak utama percepatan hilirisasi nasional.

Tahun ini, Danantara dijadwalkan menginisiasi 18 proyek hilirisasi strategis, termasuk proyek pengolahan sampah menjadi energi dengan nilai investasi mencapai Rp 50,4 triliun atau sekitar 3 miliar dolar AS.
“Kami terus bergerak di hilirisasi industri, di mana Danantara menjadi motor penggerak utamanya. Kami bergerak sangat cepat di sektor-sektor tersebut,” jelasnya.

Langkah tersebut dinilai tidak hanya meningkatkan nilai tambah ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan energi, serta mendukung transisi menuju ekonomi hijau.

Indonesia sebagai Basis Produksi dan Mitra Strategis

Presiden Prabowo berharap perusahaan-perusahaan Amerika tidak hanya melihat Indonesia sebagai pasar yang besar, tetapi juga sebagai basis produksi utama untuk menjangkau kawasan Asia Tenggara dan pasar global.

Dengan posisi geografis yang strategis serta integrasi dalam berbagai kerja sama regional, Indonesia dinilai mampu menjadi hub manufaktur dan logistik di kawasan Indo-Pasifik.

Ia juga menekankan pentingnya kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Kepastian Regulasi dan Stabilitas Jadi Kunci

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk menjaga iklim investasi yang kondusif melalui kepastian regulasi, penegakan hukum yang tegas, serta tata kelola pemerintahan yang baik.

Menurutnya, faktor stabilitas dan kepastian hukum merupakan aspek utama yang dipertimbangkan para pelaku usaha sebelum menanamkan modal.
“Bagi pemimpin bisnis, kepastian adalah hal paling utama. Tidak ada yang mau investasi di situasi atau atmosfer yang dipenuhi ketidakpastian, ketidakstabilan, atau bahkan kekacauan,” pungkasnya.

Untuk memastikan koordinasi berjalan optimal, Presiden juga mengumpulkan jajaran menteri sektor ekonomi guna menyelaraskan kebijakan dan mempercepat realisasi proyek-proyek strategis nasional.

Optimisme Hubungan Ekonomi RI–AS

Forum Business Summit di Washington DC tersebut menjadi bagian dari upaya diplomasi ekonomi Indonesia untuk memperkuat hubungan dagang dan investasi dengan Amerika Serikat.

Melalui ajakan terbuka kepada investor AS, Presiden Prabowo menunjukkan optimisme bahwa Indonesia mampu bersaing di tingkat global, sekaligus menjadi mitra strategis yang stabil dan terpercaya di tengah dinamika ekonomi dunia.

Dengan kekayaan sumber daya, agenda hilirisasi yang agresif, serta komitmen pada kepastian hukum, Indonesia diyakini akan semakin menarik sebagai tujuan investasi utama di kawasan Asia Tenggara.

Red-Ervinna
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Presiden RI Prabowo Subianto Undang Pengusaha AS Investasi di Indonesia: Kami Yakin Indonesia Kompetitif dan Menarik

Trending Now