Sintang, detiksatu.com || Terkait kekeliruan dalam narasi video yang sebelumnya beredar, tim redaksi Mega_Berita secara resmi menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf yang diterima langsung oleh Petrus Simon, selaku Kepala Desa Riam Sejawak, pada Jumat, 7 Februari 2026.
Atas nama tim redaksi Mega_Berita, Cecep Kamaruddin menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan tersebut.
Ia menegaskan bahwa tidak ada niat sedikit pun untuk mencemarkan nama baik Desa Riam Sejawak maupun pribadi Kepala Desa.
“Dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kekeliruan yang terjadi. Saya pastikan tidak ada niat sama sekali untuk mencemarkan nama baik Desa maupun Kades Riam Sejawak,” ujar Cecep Kamaruddin.
Cecep menjelaskan bahwa kekeliruan tersebut terjadi akibat ketidakakuratan informasi dari nara sumber karena adanya kemiripan nama desa di Kabupaten Sintang, yakni antara Desa Riam Sejawak dan Desa Sejawak.
Dalam narasi sebelumnya, terjadi kesalahan penyebutan yang kemudian menimbulkan kesalahpahaman.
Ia menegaskan bahwa oknum kepala desa yang diduga tersandung kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) sebagaimana dimaksud dalam pemberitaan sebelumnya berasal dari Desa Sejawak, dan bukan dari Desa Riam Sejawak.
Klarifikasi dan permohonan maaf tersebut diterima langsung oleh Petrus Simon, selaku Kepala Desa Riam Sejawak, dalam sebuah musyawarah adat yang digelar di Rumah Adat Melayu Tepak Sirih, Jalan JC Oevang Oeray, Desa Banding Kota, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat.
Momen tersebut berlangsung penuh keakraban.
Keduanya tampak bersalaman dan berpelukan, dengan raut wajah yang mencerminkan suasana kekeluargaan.
Sikap bijaksana Petrus Simon sebagai Kepala Desa Riam Sejawak terlihat jelas saat ia dengan tulus menerima klarifikasi dan permohonan maaf yang disampaikan oleh tim redaksi Mega_Berita.
(Adi*ztc)

