Pekalongan,detiksatu.com II Pemerintah Kabupaten Pekalongan kembali melakukan ekspor kopi perdana tahun 2026 ke Yunani. Pelepasan ekspor kopi tersebut dipimpin langsung oleh Asisten II Bidang Perekonomian Kabupaten Pekalongan, Anis Rosidi, pada Senin (9/3).
Acara pelepasan ekspor digelar di depan Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pekalongan. Ekspor kali ini merupakan pengiriman perdana pada tahun 2026, namun secara keseluruhan sudah menjadi ekspor yang kelima kalinya ke Yunani.
Anis Rosidi, menyampaikan bahwa pada pengiriman kali ini Kabupaten Pekalongan mengekspor kopi sebanyak 19 ton ke Yunani.
Menurutnya, pasar Yunani masih sangat terbuka bagi kopi asal Pekalongan.
“Ini merupakan ekspor ke lima ke Yunani dan menjadi ekspor pertama di tahun ini dengan jumlah 19 ton. Berapapun jumlah kopi dari Pekalongan siap diterima di Yunani,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa ekspor kopi dari Kabupaten Pekalongan akan terus berlanjut. Bahkan, pada bulan Mei mendatang direncanakan akan dilakukan pengiriman kembali sebanyak 30 ton kopi ke negara tersebut.
Anis Rosidi menegaskan, keberhasilan ekspor kopi ini tidak hanya berkat dukungan pemerintah daerah, tetapi juga hasil kerja sama berbagai pihak yang ikut mendukung pengembangan UMKM kopi di Kabupaten Pekalongan.
Salah satunya adalah dukungan dari Bank Indonesia yang memiliki program pembinaan UMKM, termasuk untuk produk kopi. Melalui program tersebut, pelaku usaha kopi mendapatkan pendampingan mulai dari proses pembinaan, peningkatan kualitas produk hingga membantu akses pemasaran.
Selain itu, peran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai juga sangat membantu terutama dalam hal administrasi dan prosedur ekspor impor sehingga proses pengiriman kopi ke luar negeri dapat berjalan lancar.
Tidak kalah penting, dukungan juga datang dari Badan Karantina Indonesia yang membantu dalam proses pemeriksaan dan sertifikasi karantina sebelum produk kopi dikirim ke luar negeri.
Lebih lanjut, Anis Rosidi juga mengajak Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Pekalongan untuk terus mendorong pengembangan kopi di daerah tersebut melalui program intensifikasi maupun ekstensifikasi lahan perkebunan kopi.
Menurutnya, dengan peningkatan produksi dan kualitas kopi, peluang ekspor dari Kabupaten Pekalongan ke pasar internasional akan semakin terbuka luas.
Sejarah kopi di Pekalongan sendiri telah berlangsung sangat lama. Usaha budidaya kopi di wilayah tersebut telah dirintis sejak sekitar 300 tahun lalu oleh Bupati Pekalongan pertama, Tan Kwie Jan, dengan program penanaman kopi yang dimulai sekitar tahun 1710.
Dengan terus meningkatnya ekspor kopi, diharapkan komoditas kopi dari Kabupaten Pekalongan semakin dikenal di pasar internasional sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan para petani kopi di daerah tersebut.(AR)