Listyo Sigit Prabowo: Puncak Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Diperkirakan Terbagi Dua Gelombang

Maret 11, 2026 | Maret 11, 2026 WIB Last Updated 2026-03-11T06:01:58Z
Jakarta, detiksatu.com || Pemerintah memprediksi puncak arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 akan terjadi dalam dua gelombang.
Prediksi tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar pemerintah bersama sejumlah instansi terkait guna membahas kesiapan pengamanan dan kelancaran perjalanan masyarakat selama masa libur Idulfitri 1447 Hijriah.

Dalam rapat tersebut, Listyo Sigit Prabowo selaku Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) menjelaskan bahwa lonjakan arus mudik tahun ini diperkirakan tidak hanya terjadi dalam satu waktu, melainkan terbagi menjadi dua periode utama. Pembagian ini dipengaruhi oleh perubahan pola perjalanan masyarakat, termasuk adanya kebijakan kerja fleksibel seperti work from anywhere (WFA) yang memungkinkan masyarakat menentukan waktu mudik secara lebih bebas.

Menurut Listyo Sigit Prabowo, puncak arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan akan terjadi pada 14–15 Maret 2026 sebagai gelombang pertama.

Sementara itu, gelombang kedua diprediksi terjadi pada 18–19 Maret 2026. Perbedaan waktu tersebut menunjukkan adanya kecenderungan masyarakat melakukan perjalanan lebih awal atau menyesuaikan jadwal libur kerja serta kebijakan fleksibilitas kerja yang diberlakukan di berbagai sektor.
“Dengan adanya kebijakan WFA dan pengaturan cuti yang lebih fleksibel, pergerakan masyarakat diperkirakan tidak terkonsentrasi pada satu hari tertentu. Oleh karena itu, puncak arus mudik kemungkinan terbagi menjadi dua gelombang,” ujar Kapolri dalam keterangannya usai rapat koordinasi.

Tidak hanya arus mudik, pemerintah juga memperkirakan puncak arus balik Lebaran akan berlangsung dalam dua periode. Gelombang pertama diprediksi terjadi pada 24–25 Maret 2026, sementara gelombang kedua diperkirakan berlangsung pada 28–29 Maret 2026.

Periode tersebut diperkirakan menjadi waktu paling padat bagi masyarakat yang kembali dari kampung halaman menuju kota-kota besar untuk melanjutkan aktivitas pekerjaan dan pendidikan.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan serta meningkatnya jumlah penumpang di berbagai moda transportasi, pemerintah menyiapkan langkah pengamanan melalui Operasi Ketupat 2026.

Operasi tahunan ini melibatkan ratusan ribu personel gabungan yang terdiri dari anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, serta berbagai instansi pemerintah dan lembaga terkait lainnya.
Operasi tersebut direncanakan berlangsung selama sekitar 13 hari, mencakup periode sebelum dan setelah Lebaran.

Fokus utama operasi ini adalah memastikan keamanan masyarakat selama perjalanan mudik dan balik, mengatur lalu lintas di jalur-jalur utama, serta memberikan pelayanan kepada para pemudik di berbagai titik strategis seperti terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, serta rest area di jalan tol.
Selain pengamanan lalu lintas, pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah tambahan guna mendukung kelancaran perjalanan masyarakat.

Langkah tersebut antara lain pengaturan rekayasa lalu lintas di jalur-jalur rawan macet, penambahan pos pelayanan dan pos pengamanan, serta peningkatan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan operator transportasi.
Berdasarkan proyeksi pemerintah, total pergerakan masyarakat selama periode libur Lebaran 2026 diperkirakan mencapai sekitar 143,9 juta orang.

Jumlah tersebut mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat selama momen Lebaran yang setiap tahun menjadi tradisi besar di Indonesia.
Dengan jumlah pergerakan yang sangat besar tersebut, pemerintah menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar arus mudik dan arus balik dapat berjalan aman, tertib, dan lancar. Berbagai instansi juga diminta meningkatkan kesiapan infrastruktur transportasi, termasuk jalan tol, jalur arteri, transportasi publik, serta fasilitas pendukung lainnya.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan matang, mulai dari menentukan waktu keberangkatan, mempersiapkan kondisi kendaraan, hingga memantau informasi lalu lintas secara berkala.

Masyarakat disarankan memilih waktu perjalanan di luar tanggal puncak guna menghindari kemacetan dan kepadatan yang biasanya terjadi di jalur transportasi utama.
Selain itu, pemudik juga diminta menjaga kondisi fisik selama perjalanan serta memanfaatkan fasilitas rest area yang telah disiapkan di sepanjang jalur mudik. Dengan persiapan yang baik dari pemerintah maupun masyarakat, diharapkan pelaksanaan mudik dan arus balik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan lancar bagi seluruh pengguna jalan.

Pemerintah berharap tradisi mudik yang menjadi bagian penting dari perayaan Idulfitri di Indonesia dapat berjalan dengan tertib serta memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi jutaan masyarakat yang kembali ke kampung halaman untuk merayakan hari raya bersama keluarga.

Red-Ervinna
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Listyo Sigit Prabowo: Puncak Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Diperkirakan Terbagi Dua Gelombang

Trending Now