Detiksatu.com, Cianjur || Kerusakan serius terjadi pada Jalan Kabupaten Cipanas–Mariwati Cianjur yang selama ini menjadi jalur alternatif penting bagi mobilitas warga. Sebuah lubang 3 meter muncul di Jembatan Jeprah Cipanas, Kampung Jeprah (Bengkok) RT 01/RW 02, Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas. Kondisi jalan rusak Cipanas tersebut kini memicu kekhawatiran warga karena lubang berada tepat di badan jembatan yang setiap hari dilintasi kendaraan.
Pantauan di lokasi menunjukkan Jalan Cipanas–Mariwati Cianjur semakin memprihatinkan. Di permukaan Jembatan Jeprah Cipanas, terlihat lubang dengan diameter sekitar satu meter. Namun di bagian bawah struktur jembatan, terbentuk rongga besar yang diperkirakan mencapai kedalaman sekitar 3 meter akibat tanah penopang yang terus tergerus air.
Kerusakan pada Jembatan Jeprah Cipanas diduga semakin parah setelah hujan deras mengguyur kawasan Cipanas dalam beberapa hari terakhir. Tingginya intensitas hujan membuat aliran air di bawah Jalan Cipanas–Mariwati Cianjur semakin kuat sehingga mempercepat penggerusan tanah di bawah konstruksi jembatan.
Jaja, warga setempat yang setiap hari membantu mengatur lalu lintas di sekitar jalan rusak Cipanas, mengatakan kondisi lubang di Jembatan Jeprah Cipanas terus membesar. Ia bersama sejumlah warga terpaksa berjaga di lokasi untuk memperingatkan pengendara agar berhati-hati saat melintasi Jalan Cipanas–Mariwati Cianjur.
“Lubangnya makin besar. Kedalamannya sudah sekitar 3 meter. Yang terlihat di atas memang sekitar satu meter, tapi rongga di dalamnya jauh lebih luas. Kalau tidak segera diperbaiki, kami khawatir Jembatan Jeprah Cipanas ini bisa runtuh,” ujar Jaja kepada wartawan, Minggu (8/3/2026).
Menurut Jaja, kerusakan pada Jalan Cipanas–Mariwati Cianjur sebenarnya sudah sempat diperiksa oleh pihak terkait. Namun hingga kini belum terlihat adanya penanganan darurat di lokasi jalan rusak Cipanas tersebut, sementara rongga di bawah Jembatan Jeprah Cipanas terus melebar setiap kali hujan turun.
Kekhawatiran serupa disampaikan Ayi, warga lainnya. Ia menilai kondisi lubang 3 meter di Jembatan Jeprah Cipanas sudah sangat mengkhawatirkan dan berpotensi menyebabkan putusnya Jalan Cipanas–Mariwati Cianjur jika tidak segera ditangani.
“Kalau terus dibiarkan, kami takut Jembatan Jeprah Cipanas di jalur Cipanas–Mariwati Cianjur ini bisa putus. Rongga di bawahnya sudah besar. Saat hujan deras, aliran air sangat kuat dan bisa mempercepat kerusakan,” katanya.
Para pengendara yang melintas di Jalan Cipanas–Mariwati Cianjur juga mengaku waswas ketika melewati titik jalan rusak Cipanas tersebut. Banyak kendaraan memperlambat laju karena khawatir roda kendaraan terperosok ke dalam lubang 3 meter di Jembatan Jeprah Cipanas.
Saat ini, warga hanya mengandalkan pengaturan lalu lintas secara swadaya di sekitar Jalan Cipanas–Mariwati Cianjur. Kendaraan diarahkan melintas secara bergantian agar tidak mengenai bagian Jembatan Jeprah Cipanas yang mengalami kerusakan.
Bagi masyarakat setempat, Jalan Cipanas–Mariwati Cianjur bukan sekadar jalur penghubung desa. Jalur ini menjadi akses vital bagi aktivitas ekonomi, distribusi barang, serta mobilitas warga di kawasan Cipanas. Karena itu, warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan darurat terhadap jalan rusak Cipanas dan Jembatan Jeprah Cipanas sebelum lubang 3 meter tersebut memicu kerusakan yang lebih besar.(Red)

