Mahasiswa Seret Dugaan Korupsi Disdikpora Cianjur ke Kejari, Isu PKBM Fiktif hingga Gratifikasi Buku Disorot

Redaksi
Maret 09, 2026 | Maret 09, 2026 WIB Last Updated 2026-03-09T12:22:10Z
Detiksatu.com,Cianjur ||  Dugaan korupsi di lingkungan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur akhirnya dilaporkan ke aparat penegak hukum. Aliansi Mahasiswa Pemuda Tjandjur resmi melayangkan laporan ke Kejaksaan Negeri Cianjur terkait dugaan penyimpangan pengelolaan anggaran pendidikan Cianjur, Senin (9/3).

Laporan dugaan korupsi Disdikpora Cianjur tersebut disampaikan setelah aliansi mahasiswa mengklaim menemukan sejumlah indikasi penyimpangan serius dalam sejumlah program pendidikan yang bersumber dari anggaran pemerintah daerah.

Dalam laporan itu, mahasiswa menyoroti beberapa temuan yang dinilai mencurigakan, di antaranya dugaan keberadaan PKBM fiktif di Cianjur, indikasi gratifikasi dalam pengadaan buku pendidikan, hingga dugaan adanya perlindungan politik terhadap oknum tertentu di lingkungan Disdikpora Cianjur.

Koordinator Konsorsium Aliansi Mahasiswa Pemuda Tjandjur, Isma Maulana Ihsan, mengatakan pelaporan dugaan korupsi Disdikpora Cianjur ini merupakan bentuk kontrol publik terhadap penggunaan anggaran pendidikan yang berasal dari uang rakyat.

“Jika dugaan korupsi Disdikpora Cianjur ini benar terjadi, maka ini menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan. Yang dipertaruhkan bukan hanya anggaran, tetapi masa depan pendidikan di Cianjur,” kata Ihsan kepada wartawan, Senin (9/3).

Menurut Ihsan, setiap rupiah dalam anggaran pendidikan Cianjur harus dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat. Ia menilai transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana pendidikan merupakan prinsip yang tidak bisa ditawar.

Ia menegaskan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengetahui secara jelas bagaimana dana pendidikan Cianjur dikelola, mengingat sumber anggarannya berasal dari pajak dan uang publik.

“Dana pendidikan Cianjur adalah uang rakyat. Karena itu pengelolaannya harus transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi,” ujarnya.

Selain itu, Ihsan juga menyoroti kinerja Disdikpora Cianjur yang dinilai belum sepenuhnya terbuka dalam menjelaskan program dan penggunaan anggaran pendidikan kepada publik.

“Disdikpora seharusnya menjadi motor penggerak pendidikan, pemuda, dan olahraga. Namun yang terlihat justru lebih banyak pencitraan. Kami meminta Kepala Disdikpora Cianjur bersikap kooperatif terhadap proses hukum,” tegasnya.

Aliansi Mahasiswa Pemuda Tjandjur juga mendesak Kejaksaan Negeri Cianjur untuk segera menindaklanjuti laporan dugaan korupsi Disdikpora Cianjur tersebut melalui proses penyelidikan yang cepat, transparan, dan akuntabel.

Menurut mereka, persoalan yang menyangkut pengelolaan dana pendidikan Cianjur tidak boleh dibiarkan berlarut tanpa kepastian hukum.

“Proses penyelidikan harus berjalan serius dan profesional. Yang dipertaruhkan adalah masa depan pendidikan di Cianjur,” kata Ihsan.

Ia memastikan pihaknya akan terus mengawal proses hukum atas dugaan korupsi Disdikpora Cianjur hingga tuntas.

“Jika benar ada oknum yang bermain dalam anggaran pendidikan Cianjur, maka tempatnya di meja hijau. Kami akan terus mengawal kasus ini sampai ke persidangan,” pungkasnya.(Red)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mahasiswa Seret Dugaan Korupsi Disdikpora Cianjur ke Kejari, Isu PKBM Fiktif hingga Gratifikasi Buku Disorot

Trending Now