Megawati Tak Hadiri Undangan Prabowo di Istana, PDIP: Ada Agenda Internal di Bali

Maret 04, 2026 | Maret 04, 2026 WIB Last Updated 2026-03-03T21:10:34Z
Jakarta, detiksatu.com  || Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, dipastikan tidak menghadiri undangan Presiden RI Prabowo Subianto dalam agenda silaturahmi bersama para presiden dan wakil presiden terdahulu di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, (3/3/2026).
Kepastian tersebut disampaikan Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus.

Ia menyatakan bahwa Ketua Umum PDI Perjuangan itu berhalangan hadir karena tengah berada di Bali untuk menghadiri agenda internal partai yang telah direncanakan sejak lama.
“Benar (berhalangan hadir), Ibu terlanjur di Bali sejak minggu lalu karena ada acara internal yang sudah dirancang sejak lama. Dan sesuai jadwal baru akan kembali paling cepat akhir minggu ini,” ujar Deddy saat dikonfirmasi,  (3/3/2026).

Menurut Deddy, agenda internal tersebut tidak bisa dibatalkan karena telah disusun jauh hari sebelumnya dan melibatkan sejumlah pengurus partai dari berbagai daerah. Karena itu, Megawati tidak dapat memenuhi undangan pertemuan di Istana pada malam ini.

Silaturahmi Ramadan dan Bahas Geopolitik

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan bahwa pertemuan yang digagas Presiden Prabowo tersebut merupakan bagian dari silaturahmi di bulan suci Ramadan.

Dasco menyebut, undangan telah disampaikan kepada seluruh presiden dan wakil presiden terdahulu sebagai bentuk penghormatan sekaligus menjaga komunikasi kebangsaan di tengah dinamika global yang berkembang.
“Yang pertama, undangan itu tentunya soal silaturahmi, apalagi di bulan Ramadan ini,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta,  (3/3/2026).

Selain silaturahmi, pertemuan tersebut juga diagendakan untuk membahas perkembangan global dan situasi geopolitik yang belakangan dinilai semakin memanas. Presiden Prabowo, menurut Dasco, ingin menyampaikan langsung perkembangan terkini pasca kunjungan luar negeri yang baru saja dilakukannya.
“Yang kedua, Pak Presiden ingin memberikan update kepada presiden-presiden terdahulu mengenai situasi geopolitik terbaru pasca Presiden Prabowo kembali dari kunjungan luar negeri,” ujarnya.

Minta Masukan Untuk Mitigasi Dampak Global

Lebih lanjut, Dasco mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo juga ingin mendengar pandangan, saran, dan masukan dari para pemimpin terdahulu dalam menyikapi dinamika global yang berpotensi berdampak pada stabilitas nasional, baik dari sisi ekonomi, pertahanan, maupun politik.
“Kemudian yang ketiga tentunya, Pak Prabowo ingin juga mendengar masukan dan saran-saran dari presiden terdahulu untuk dijadikan pertimbangan-pertimbangan dan juga dalam melakukan perencanaan mitigasi-mitigasi untuk bangsa dan negara dari dampak yang kita sama-sama tahu pada saat ini sedang terjadi, yang kemungkinan juga akan berdampak bagi negara kita,” jelasnya.

Ia menambahkan, forum tersebut diharapkan menjadi ruang diskusi strategis lintas generasi kepemimpinan nasional demi memperkuat soliditas dan kesiapsiagaan Indonesia menghadapi tantangan global.
“Semua mantan presiden atau presiden terdahulu diundang. Tapi saya tidak dalam posisi mengetahui konfirmasi siapa yang bisa hadir dan siapa yang belum bisa hadir,” pungkas Dasco.

Pertemuan di Istana Merdeka malam ini pun menjadi sorotan publik, mengingat momentum Ramadan serta situasi global yang tengah bergejolak. Meski Megawati dipastikan tidak hadir, agenda tersebut tetap dinilai sebagai langkah penting dalam merawat komunikasi dan kesinambungan kepemimpinan nasional.

Red-Ervinna
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Megawati Tak Hadiri Undangan Prabowo di Istana, PDIP: Ada Agenda Internal di Bali

Trending Now