Jakarta, detiksatu.com || Pramono Anung menyatakan rencananya untuk melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Setelah menunaikan Salat Id, Gubernur DKI Jakarta tersebut juga berencana menggelar open house sederhana di Balai Kota DKI Jakarta bersama Wakil Gubernur Rano Karno sebagai bentuk silaturahmi dengan masyarakat pada Hari Raya Idulfitri.
Pramono Anung mengatakan bahwa dirinya kemungkinan besar akan melaksanakan Salat Idulfitri di Masjid Istiqlal yang merupakan masjid terbesar di Indonesia sekaligus pusat kegiatan keagamaan umat Islam di ibu kota.
“Akan salat Id sesuai rencana kemungkinan di Masjid Istiqlal. Tetapi untuk acara open house dengan masyarakat akan diadakan secara sederhana di Balai Kota, bersamaan dengan Wagub,” kata Pramono di Jakarta, (15/3/2026).
Menurut Pramono, kegiatan tersebut dirancang sebagai momentum kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat Jakarta. Ia berharap suasana Idulfitri dapat dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan warga setelah menjalani bulan suci Ramadan.
Setelah pelaksanaan Salat Id, Pramono bersama Wakil Gubernur Rano Karno akan membuka pintu Balai Kota bagi masyarakat yang ingin bersilaturahmi. Namun kegiatan tersebut direncanakan berlangsung secara sederhana tanpa kemewahan berlebihan.
Konsep open house sederhana ini juga bertujuan memberikan ruang bagi masyarakat dari berbagai kalangan untuk bertemu langsung dengan pimpinan daerah tanpa harus melalui acara yang terlalu formal atau protokoler.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap kegiatan ini tetap dapat menjadi ajang kebersamaan warga ibu kota tanpa mengurangi makna kesederhanaan yang dianjurkan pemerintah pusat menjelang Idulfitri tahun ini.
Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengajak seluruh jajaran pemerintah untuk memberikan teladan kesederhanaan kepada masyarakat menjelang perayaan Idulfitri.
Dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara pada (13/3/2026), Prabowo meminta para menteri dan pejabat negara agar tidak menggelar kegiatan open house secara berlebihan.
“Kita juga, saya kira harus memberi contoh, open house atau apa, jangan terlalu mewah-mewahan,” ujar Prabowo dalam arahannya kepada jajaran kabinet.
Menurut Presiden, kondisi Indonesia saat ini masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk situasi bencana di beberapa wilayah. Oleh karena itu, para pejabat negara diminta menunjukkan empati kepada masyarakat melalui gaya hidup yang lebih sederhana dalam perayaan hari besar keagamaan.
Meski menekankan kesederhanaan, Prabowo juga mengingatkan bahwa tradisi silaturahmi saat Lebaran tetap perlu dijaga karena memiliki dampak sosial dan ekonomi yang besar bagi masyarakat.
“Sudahlah kita di dalam bencana dan juga di suasana ini kita kasih contoh ke rakyat. Tapi kita juga jangan total istilahnya tutup semua acara kita, karena kalau tidak ekonomi kita juga tidak jalan nanti,” kata Prabowo.
Ia menilai kegiatan silaturahmi, termasuk open house dan kunjungan keluarga, turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama sektor usaha kecil dan menengah yang banyak bergantung pada momentum hari raya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan pesan kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik menjelang Idulfitri.
Ia mengingatkan agar seluruh warga tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan menuju kampung halaman.
“Untuk mereka yang ingin mudik nanti, saya ucapkan sebelumnya selamat mudik dan jaga diri masing-masing di rumah,” tutup Prabowo.
Perayaan Idulfitri di Jakarta biasanya diwarnai berbagai kegiatan seperti Salat Id berjamaah, silaturahmi keluarga, hingga open house yang digelar pejabat pemerintah. Namun tahun ini, sejumlah pejabat mulai menyesuaikan konsep kegiatan dengan arahan pemerintah pusat untuk mengedepankan kesederhanaan dan kepedulian sosial.
Rencana Pramono Anung menggelar Salat Id di Masjid Istiqlal dan open house sederhana di Balai Kota diharapkan menjadi contoh bagi penyelenggaraan perayaan Lebaran yang tetap hangat dan penuh kebersamaan tanpa menonjolkan kemewahan.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah daerah berharap Idulfitri 1447 Hijriah dapat menjadi momentum memperkuat solidaritas masyarakat Jakarta sekaligus menjaga semangat kebersamaan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.
Red-Ervinna