Lembata, detiksatu.com || Kegiatan "Camping Seni 2026" sukses diselenggarakan di Kampung Ohe, Desa Kolontobo, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, NTT, pada Sabtu, 18 April 2026.
Kegiatan yang melibatkan sejumlah taman literasi di Kecamatan Ile Ape, menghadirkan berbagai aktivitas edukatif dan kreatif bagi anak-anak.
Kegiatan ini melibatkan taman literasi dari empat desa, yakni Desa Kolontobo, Desa Petuntawa, Desa Dulitukan, dan Desa Riang Bao.
"Program tersebut diinisiasi oleh para fasilitator dari desa-desa tersebut yang tergabung dalam komunitas Taman Literasi - Sumbu Pakarti Kecamatan Ile Ape," kata Enya Wahon, Ketua Komunitas Pondok Perubahan dalam keterangannya, Senin, 20 April 2026.
Para fasilitator diketahui berprofesi sebagai guru di sejumlah sekolah di Kabupaten Lembata.
Mengusung tema “Membangun Kepercayaan Diri Anak Sejak Dini Melalui Panggung Kesenian”, kegiatan diawali dengan sesi literasi bersama fasilitator tamu dari Komunitas Forum Pinggir Jalan Lembata dan Komunitas Pondok Perubahan Lembata.
Dalam sesi tersebut, Komunitas Pondok Perubahan Lembata berupaya membangun kepercayaan diri anak melalui metode bibi dongeng, di mana anak-anak diminta untuk menceritakan kembali kisah yang telah disampaikan.
Sementara itu, Komunitas Forum Pinggir Jalan Lembata memberikan edukasi kepada anak-anak tentang kesadaran batasan tubuh sebagai bagian dari pembentukan kepercayaan diri sejak dini.
Di sisi lain, anak-anak usia 5 hingga 6 tahun mengikuti kegiatan mewarnai yang dilaksanakan di lokasi terpisah.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan edukasi pengelolaan sampah dan kreasi kerajinan tangan yang dipandu oleh Mbak Sepmy, seorang pengrajin yang memanfaatkan sampah sebagai bahan karya.
Dalam sesi ini, anak-anak diberikan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan sampah, sekaligus praktik langsung membuat kerajinan dari limbah plastik.
Puncak kegiatan "Camping Seni 2026" ditandai dengan pentas seni yang menampilkan beragam pertunjukan dari masing-masing taman literasi.
Setiap kelompok menampilkan jenis pertunjukan berbeda, seperti kabaret, teater, dan seni tari.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bunda Literasi Kabupaten Lembata yang juga merupakan istri Wakil Bupati.
Selain itu, hadir juga Kepala Dinas Perpustakaan, Camat Ile Ape, para kepala desa dari desa-desa terkait, serta sejumlah undangan lainnya, termasuk donatur dan masyarakat setempat.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pertunjukan teater berjudul “Mimpi Kecil” yang dibawakan oleh Taman Literasi Dulitukan.
Pada sesi evaluasi, para fasilitator mengaku mendapatkan perspektif baru setelah melihat antusiasme dan perkembangan anak-anak selama kegiatan berlangsung.
Sebelumnya, Sumbu Pakarti menjadi mitra kerja para fasilitator. Namun, kini para fasilitator berkomitmen untuk berdiri secara mandiri melalui wadah baru bernama Komunitas Baibereun.
Reporter: Emanuel Boli

