Keterangan Foto: Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq dan Sekretaris Daerah, Paskalis Ola Tapo Bali saat menyerahkan piagam penghargaan bagi para guru purna bakti pada 19 Januari 2026 di Kantor Bupati Lembata (dok. EB)
Lembata, detiksatu.com || Sebanyak 618 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) belum mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar).
Di antaranya, mengeluhkan ketidakpastian pelaksanaan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS yang hingga kini belum terlaksana.
Salah seorang CPNS di Kabupaten Lembata yang meminta namanya tidak ditulis mengaku hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai jadwal Latsar.
“Sampai sekarang belum Latsar juga, padahal 1 Juli 2026 harusnya sudah 100 persen PNS,” kata sumber tersebut kepada detiksatu, Kamis, 9 April 2026 siang.
Ia mengatakan sebanyak 39 CPNS dari Dinas Pertanian Kabupaten Lembata lebih dahulu mengikuti Latsar.
Ia juga menyebut bahwa kebijakan tersebut diduga berkaitan dengan program Bupati Lembata, yakni program “NTT” (Nelayan Tani Ternak), sehingga CPNS dari sektor pertanian lebih dahulu mengikuti Latsar.
“Karena 01 (Bupati Lembata, red) punya program ‘NTT’ (Nelayan Tani Ternak), jadi mendahulukan CPNS di Dinas Pertanian 39 orang mengikuti pelatihan dasar," ungkapnya.
"Itu kayak sengaja kasih mereka duluan Latsar supaya mereka bisa jadi ke kementerian dengan gaji dan tunjangan yang lumayan."
Sementara itu, menurutnya, ratusan CPNS lainnya masih harus menunggu tanpa kepastian terkait Surat Keputusan (SK) pengangkatan 100 persen sebagai PNS.
“Sedangkan kami yang lain ini harus menunggu kapan baru terima SK 100 persen? Sisa 618 ini bisa saja Latsar full online, tidak perlu ke Kupang juga tidak apa-apa. Ada kabupaten lain juga yang begitu," katanya.
"Gaji 80 persen yang begini kecil dan tidak menerima TPP, entah sampai kapan status masih CPNS ini,” pungkasnya.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lembata, Paskalis Ola Tapo Bali, A.P., M.T., membenarkan bahwa sejumlah CPNS di Lembata telah mengikuti Latsar.
“Benar, ada 39 orang yang sudah ikut Latsar. Kami sesuaikan dengan ketersediaan anggaran saat itu. Semuanya dari Dinas Pertanian. Dan 24 orang dari mereka sudah dialihkan statusnya menjadi Pegawai Pusat sebagai Penyuluh Pertanian,” kata Sekda Paskalis Tapo Bali kepada detiksatu melalui WhatsApp.
“Kami rencana anggarkan pada mendahului perubahan ini, kurang lebih 618 orang. Tapi masih koordinasi dengan LAN-RI, karena punya mereka lebih murah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Lembata, Said Kopong Kopong, S.Sos., M.Si., saat dihubungi detiksatu mengatakan bahwa pihaknya sedang mengupayakan agar sisa 618 CPNS dapat mengikuti Latsar pada Perubahan APBD Tahun 2026.
“Kami sedang koordinasi dengan TAPD dan BPSDM Provinsi NTT. TAPD sudah kasih lampu hijau, BPSDM NTT juga siap menjadwalkan ketika usulan kita masuk,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, telah dihubungi, namun belum memberikan tanggapan.
Reporter: Emanuel Boli