Jakarta - Detiksatu.com ||| Rumah produksi Dunia Mencekam Film bersama Santara secara resmi merilis trailer terbaru film horor “Songko”. Dalam trailer berdurasi kurang dari dua menit tersebut, penonton diajak memasuki atmosfer mencekam di Tomohon, Sulawesi Utara, tempat sebuah legenda lama kembali hidup dan membawa teror yang tak terbayangkan.
Trailer Songko dibuka dengan suasana desa yang perlahan berubah menjadi penuh ketakutan. Warga mulai menemukan perempuan-perempuan muda tewas secara mengenaskan, sementara bisikan tentang makhluk bernama Songko mulai menyebar dari mulut ke mulut. Sosok yang diyakini mengincar darah suci perempuan muda demi kekekalan itu perlahan mengubah desa yang tenang menjadi tempat yang dipenuhi kecurigaan, tuduhan, dan teror.
Ketegangan demi ketegangan diperlihatkan dalam potongan-potongan adegan yang semakin intens. Mulai dari wajah-wajah warga yang dipenuhi rasa takut, konflik antar keluarga yang mulai pecah, hingga kemunculan sosok misterius yang diyakini sebagai Songko. Semua elemen tersebut membuat trailer Songko terasa gelap, mencekam, dan menyisakan banyak pertanyaan tentang apa yang sebenarnya terjadi di desa tersebut.
Film Songko disutradarai oleh Gerald Mamahit, yang sebelumnya dikenal sebagai penulis skenario film-film populer seperti KKN di Desa Penari, Sosok Ketiga, dan Toghut. Film ini juga menjadi debutnya sebagai sutradara layar lebar.
Film ini dibintangi oleh Annette Edoarda, Imelda Therinne, Fergie Brittany, Tegar Satria, dan Khiva Iskak. Mereka menghadirkan kisah penuh ketegangan yang berakar dari legenda masyarakat Minahasa.
Bagi Annette Edoarda, film ini memberikan pengalaman berbeda karena harus menyelami suasana teror yang terasa sangat nyata selama proses syuting. “Selama syuting, kami benar-benar merasakan atmosfer yang berbeda. Lokasi di Tomohon dengan cerita legenda yang kuat membuat suasananya terasa sangat hidup. Saat menonton trailer-nya kembali, saya merasa ketegangannya benar-benar terasa. Semoga penonton juga bisa merasakan kengerian yang sama saat menyaksikan filmnya di bioskop nanti,” ujar Annette Edoarda.
Sementara itu, Imelda Therinne mengungkapkan bahwa kekuatan cerita Songko terletak pada bagaimana ketakutan bisa memecah sebuah komunitas. “Yang membuat cerita ini menarik adalah bukan hanya soal makhluk yang menakutkan, tetapi juga bagaimana rasa takut bisa membuat orang saling mencurigai dan saling menyalahkan. Itu membuat ceritanya terasa sangat manusiawi sekaligus menegangkan,” kata Imelda Therinne.
Songko sendiri terinspirasi dari legenda yang berkembang di masyarakat Minahasa. Berlatar tahun 1986, kisahnya mengikuti sebuah desa di Tomohon yang tiba-tiba dilanda teror setelah perempuan-perempuan muda ditemukan tewas secara misterius. Warga mulai percaya bahwa desa mereka didatangi oleh makhluk bernama Songko, sosok yang dipercaya mengincar darah perempuan muda demi memperoleh kekekalan.
Ketakutan perlahan berubah menjadi kepanikan. Tuduhan demi tuduhan bermunculan, hingga konflik antarwarga tak lagi bisa dihindari. Namun ketika mereka mulai menyadari bahaya yang sebenarnya, teror itu sudah terlanjur menyebar.
Karena Songko tidak hanya mengincar korban… tetapi juga membawa petaka bagi siapa pun yang berada di sekitarnya.
Film Songko dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 23 April 2026.