Padangsidimpuan, detiksatu.com II Diduga seorang nenek lansia berusia 78 tahun warga Dusun Sibulu Tolang, Kelurahan Sihitang, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, yang mengaku tidak pernah menerima bantuan sosial sama sekali dari pemerintah, kini menjadi sorotan tajam publik.
09/04/2026.
Ironisnya, ketika awak media mencoba meminta konfirmasi dan tanggapan resmi kepada Anggota DPRD Kota Padangsidimpuan yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris DPD PKB Sumatera Utara, hingga berita ini diturunkan, politisi tersebut Diduga memilih bungkam dan tidak memberikan jawaban apa pun.
Keluhan Nenek yang Tertinggal
Nenek tersebut mengaku sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah mengingat usianya yang sudah senja dan tidak lagi mampu bekerja.
"Saya sudah tua, sakit-sakitan. Rumah juga sudah tidak layak huni. Saya dengar-dengar sering ada bantuan dari pemerintah, tapi entah kenapa nama saya tidak pernah masuk. Sampai sekarang saya tidak pernah menerima satu rupiah pun," keluh kakek dengan nada sedih.
Nenek ini bahkan berharap agar Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, dapat melihat langsung nasib rakyat kecil di daerah yang diduga terabaikan dalam penyaluran bantuan sosial tersebut.
Diminta Keterangan, Wakil Rakyat Tak Bersuara
Untuk melengkapi pemberitaan ini dan memberikan ruang tanggapan, tim redaksi detiksatu.com telah mengirimkan pesan konfirmasi resmi melalui WhatsApp kepada Anggota DPRD Fraksi PKB tersebut pada hari Senin (08/04).
Dalam pesan tersebut, wartawan meminta penjelasan terkait 4 poin penting:
1. Apakah beliau mengetahui kasus nenek 78 tahun tersebut?
2. Apa langkah yang akan diambil sebagai wakil rakyat?
3. Bagaimana pandangan beliau soal dugaan ketimpangan data bantuan?
4. Apakah akan ada tindak lanjut atau pemanggilan instansi terkait?
Namun sayang, hingga batas waktu yang ditentukan berakhir, pesan tersebut belum dibalas dan tidak ada satupun keterangan resmi yang keluar dari mulut politisi tersebut.
Masyarakat Bertanya, Dimana Kepedulian?
Sikap diam anggota legislatif ini tentu menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.
"Kami memilih mereka untuk memperjuangkan aspirasi kami. Kalau ada rakyat yang kesulitan dan dimintai keterangan saja tidak mau jawab, bagaimana nanti kalau ada masalah besar?" ujar salah satu warga yang merasa kecewa.
Masyarakat kini menunggu, apakah ke depannya wakil rakyat tersebut akan bersuara, atau membiarkan nasib warga lansia tersebut terus terabaikan tanpa solusi yang jelas. (Lesmanan H)