Luwu,detiksatu.com || Kericuhan kembali pecah di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Dua kelompok warga dari Desa Kalibamamase dan Desa Baramamase, Kecamatan Walenrang, terlibat bentrokan fisik yang berlangsung sengit.
Massa saling serang menggunakan batu dan busur panah, hingga membuat arus lalu lintas di lokasi sempat lumpuh total dan tidak bisa dilalui kendaraan.
"Arus lalin sudah lancar. Situasi sekarang sudah agak kondusif," ujar Kanit Polsek Walenrang, Ipda Irfan Natsir kepada awak media, Jumat (24/4/2026).
Massa Kalah Jauh, Polisi Kewalahan
Bentrokan ini sebenarnya sudah berlangsung sejak Kamis (23/4) malam. Personel Polsek Walenrang langsung dikerahkan ke lokasi untuk meredam amarah warga. Namun, upaya penanganan sempat terkendala karena jumlah massa yang sangat banyak dan tidak terkendali.
"Personel sudah berjaga dari sore, berbagai upaya dilakukan untuk meredam situasi tapi jumlah massa sudah tak terkendali," jelasnya.
Konflik berlanjut hingga Jumat pagi sekitar pukul 08.00 Wita. Massa bahkan menutup akses jalan utama sehingga aktivitas ekonomi dan perjalanan warga terhenti total.
"Ini masih menunggu personel bantuan, cuma untuk sekarang sudah agak kondusif," beber Irfan.
Sejumlah Warga Terluka
Dampak dari pelemparan batu dan tembakan panah ini dilaporkan membuat beberapa warga mengalami luka-luka. Namun hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih mendalami jumlah pasti korban yang terkena imbas kericuhan tersebut.
"Katanya sudah ada beberapa (korban) cuma masih kami dalami," imbuhnya.
Warga Tertahan, Terpaksa Menginap di Rumah Teman
Imbas penutupan jalan ini, sejumlah warga yang hendak pulang terpaksa tertahan dan tidak bisa melintas. Seperti yang dialami Firda, warga setempat yang mengaku terpaksa menginap di rumah temannya karena jalan ditutup.
"Saya jam 10 malam mau pulang cuma dilarang sama orang di kampung karena perang lagi orang dan terbakar mi katanya tokonya orang, jadi disuruh ka numpang di rumah teman sekolahku," ceritanya.
Untuk bisa melintas, warga akhirnya memutar lewat jalan tikas atau jalan alternatif demi menghindari kemacetan panjang.
Catatan Kelam yang Berulang
Perlu diketahui, bentrokan antar dua desa ini bukan kejadian pertama kali. Sebelumnya pada tanggal 5-6 April 2026 silam, konflik serupa juga pernah terjadi dan memakan korban jiwa.
Pada insiden sebelumnya, satu orang warga tewas diduga akibat terkena tembakan senapan angin, sementara tiga lainnya luka-luka. Polisi pun berharap situasi saat ini bisa segera kembali normal dan tidak memakan korban lagi.
ANDI MARWAN T.L