Kabupaten Dogiyai - SMP Negeri 01 Piyaiye tetap melaksanakan Ujian Nasional meskipun menghadapi berbagai keterbatasan fasilitas dan akses. Ujian berlangsung pada 20–24 April 2026 dengan aman dan lancar.
Sesuai kebijakan Kementerian Pendidikan Nasional, pelaksanaan ujian tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Di Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah, seluruh sekolah turut menyelenggarakan ujian pada 20–25 April 2026.
SMP Negeri 01 Piyaiye merupakan salah satu sekolah yang berada di wilayah terpencil, jauh dari pusat Kabupaten Dogiyai di Moanemani. Akses menuju Distrik Piyaiye harus melewati sejumlah kampung, seperti Bomomani, Abaimaida, Modio, Abouyaga, hingga Tibaugi.
Distrik Piyaiye sendiri terdiri dari delapan kampung, yakni Apouwo, Yegeiyepa, Egipa, Ideduwa, Tibaugi, Ukagu, Deneiode, dan Kegata. Beberapa sekolah dasar di wilayah tersebut masih aktif, seperti SD Negeri Deneiode, SD YPPK Apouwo, SD Negeri Yegeiyepa, dan SD YPPGI Kegata.
Salah satu guru aktif di SMP Negeri 01 Piyaiye, Lambertus Magai, mengatakan bahwa pihak sekolah tetap berkomitmen memberikan pendidikan meski dalam keterbatasan.
“Kami ingin membawa perubahan di kampung kami, membawa terang di tengah keterbatasan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sekolah masih kekurangan infrastruktur, seperti laboratorium komputer, fasilitas IPA, perumahan guru, serta tenaga pengajar. Akses jalan yang belum memadai juga menjadi kendala bagi sebagian guru untuk bertugas.
Pada pelaksanaan ujian tahun ini, hanya dua siswa yang mengikuti ujian. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat para tenaga pendidik.
“Kami tetap menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh tenaga pendidik di Papua untuk tetap menjalankan tugas, meskipun berada di daerah terpencil, sebagai bagian dari pengabdian dalam membangun sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Tutupnya