Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Pentahelix Center Dorong Pembentukan Koperasi SIKOMAT sebagai Mesin Kolaborasi Petani Kopi Manglayang Timur

Redaksi
Sabtu, 30 Mei 2026 | Sabtu, Mei 30, 2026 WIB Last Updated 2026-05-30T00:34:32Z
SUMEDANG,DETIKSATU.COM ||  Pentahelix Center bersama Kelompok Tani Berdikari di kawasan Manglayang Timur menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menginisiasi pembentukan Koperasi Produsen Petani Kopi Manglayang Timur (SIKOMAT), Jumat (29/5/2026). 

Inisiatif ini menjadi langkah awal penguatan kemandirian ekonomi petani kopi sekaligus membangun model kolaborasi lintas sektor berbasis pentahelix di tingkat lokal.

Melalui MoU tersebut, kedua pihak menyepakati langkah untuk mendorong pembentukan Koperasi Produsen Petani Kopi Manglayang Timur yang diberi nama SIKOMAT sebagai wadah kolektif petani dalam memperkuat posisi tawar, meningkatkan nilai tambah produk kopi, mengembangkan pengolahan pascapanen, serta memperluas akses pasar secara berkelanjutan.

Lebih dari sekadar lembaga ekonomi, SIKOMAT dirancang sebagai “mesin kolaborasi” yang menghubungkan petani kopi dengan unsur pentahelix, yakni para akademisi, pelaku usaha, pemerintah, komunitas, dan media. Model ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem kopi rakyat dari hulu hingga hilir secara lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Dalam kerangka tersebut, Pentahelix Center akan berperan sebagai mitra pendamping strategis. Pentahelix Center sendiri merupakan wadah kolaboratif yang dibentuk oleh para dosen dan praktisi usaha yang berpusat di Jakarta, dengan fokus pada penguatan jejaring lintas sektor, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan ekonomi berbasis kolaborasi.

Ketua Pentahelix Center, Alip Purnomo, menegaskan bahwa koperasi harus ditempatkan sebagai instrumen transformasi ekonomi petani, bukan sekadar entitas administratif.

“Selama ini petani berada pada posisi paling lemah dalam rantai nilai. Koperasi harus menjadi mesin kolaborasi yang menghubungkan petani dengan akademisi, pelaku usaha, pemerintah, komunitas, dan media agar nilai tambah dapat kembali kepada petani dan desa,” ujar Alip Purnomo.

Ia menambahkan bahwa pendekatan pentahelix memungkinkan koperasi tidak hanya berfungsi pada aspek produksi dan perdagangan, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran, inovasi, dan akses kebijakan.

“Dengan model ini, koperasi menjadi simpul yang mempertemukan pengetahuan, modal, kebijakan, dan pasar dalam satu ekosistem. Ini penting agar petani tidak terus berada dalam posisi yang rentan dalam sistem ekonomi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Berdikari, Agus Syamroni, menyambut baik inisiatif tersebut dan menilai SIKOMAT dapat menjadi wadah perjuangan ekonomi bersama bagi petani kopi di Manglayang Timur. Ia berharap koperasi ini mampu memperkuat posisi tawar petani serta membuka akses pasar yang lebih adil dan berkelanjutan.

SIKOMAT dirancang sebagai koperasi produsen yang mengintegrasikan seluruh rantai usaha kopi, mulai dari produksi, pengolahan, hingga pengembangan kopi specialty berbasis agroforestri di kawasan Manglayang Timur. Selain itu, koperasi ini juga direncanakan memiliki skema dana talangan internal untuk membantu anggota saat masa paceklik, sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman berbunga tinggi maupun praktik ijon.

Penandatanganan MoU tersebut disaksikan oleh Dr. Ependi, S.E., M.M. dan Dani Hotron Tampubolon, S.H., M.H. dari Pentahelix Center, serta Jaja dan Kuswandang dari Kelompok Tani Berdikari.

Setelah tahap MoU ini, proses pembentukan koperasi akan dilanjutkan melalui Rapat Anggota (RAT) yang dijadwalkan pada 5 Juni 2026 untuk menetapkan dan mengesahkan Anggaran Dasar serta keputusan pendirian koperasi. Setelah itu, hasil keputusan RAT akan dituangkan dalam akta notaris sebagai dasar pengajuan pengesahan badan hukum kepada instansi terkait sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pentahelix Center Dorong Pembentukan Koperasi SIKOMAT sebagai Mesin Kolaborasi Petani Kopi Manglayang Timur

Trending Now

Iklan