Oleh: Fajar Chuan
Halusinasi AS dan Israel yg ingin menaklukkan Iran dlm 4 pekan berujung gagal total. Bukti-bukti kegagalan AS dan Israel dalam melewan Iran sebagai berikut.
Misi AS dan Israel ingin ganti rezim Iran melalui provokasi jutaan masa demonstran di Iran (gagal)
Misi AS dan Israel ingin mengehentikan program rudal balistik Iran (gagal)
Misi AS dan Israel ingin mengambil alih Uranium Iran dalam operasi baru ini (gagal)
Misi AS dan Israel mengeluarkan Uranium Iran keluar negeri (gagal)
Misi AS dan Israel membuka Selat Hormuz (gagal)
Misi AS dan Israel menghancurkan angkatan bersenjata Iran IRGC (gagal)
Misi AS dan Israel menduduki Pulau Kharg Iran (gagal)
Misi AS dan Israel menekan ekspor impor minyak Iran lewat blokade Selat Hormuz (gagal)
sampai sekarang minyak Iran masih mengalir dalam jumlah besar dan perhari keluar negeri di tengah blokade AS.
Misi AS dan Israel menghancurkan Proxy Iran seperti Hasbullah di Lebanon dan Hamas di Gaza (gagal).
Misi AS dan Israel menghabisi tokoh tokoh militer dan politik Iran ( sebagian besar gagal)
Masih ada puluhan Jenderal di Iran, bahkan komandan utama IRGC juga masih hidup, rantai komando militer dan politik Iran masih berjalan efektif.
Diplomasi lewat negosiasi di Pakistan ( gagal), Iran tetap menang dan tidak tunduk dengan syarat apapun yang ditetapkan AS.
Misi Netanyahu menguasai Lebanon ( gagal) dan gerakan Hasbullah Lebanon malah semakin kuat.
Iran membuat AS kehilangan muka di depan seluruh sekutu AS di timur tengah hanya dalam waktu 1 bulan.
Iran bahkan mempermalukan AS dengan berhasil mengebom salah satu pangkalan militer terbesar AS di Kuwait, dan beberapa pangkalan AS yg ada di negara negara teluk dengan hanya menggunakan pesawat tempur.
Iran membuat AS juga kehilangan muka di dunia internasional karena gagal mendapatkan dukungan dari negara negara sahabatnya di NATO dan sekutu lainnya.
Iran juga memaksa Trump mengumumkan gencatan senjata sepihak tanda AS menyerah dan stop perang sepihak.
Kehancuran di lapangan Medan perang memang sangat nyata dan begitu menyakitkan bagi AS dan Israel.
Tapi yang lebih menyakitkan daripada pukulan di muka Trump dan Netanyahu adalah, sakit hati karena kalah, sakit hati yang lebih dalam karena dikalahkan oleh negara yang mereka embargo ekonomi lebih dari 47 tahun.
Bersambung.....

