Jakarta, detiksatu.com || Nota ini adalah manifestasi perlawanan terhadap praktik kekuasaan yang dikelola berdasarkan schera pribadi dan kedekatan personal Kana, Genna Integritas, menyoron secara khus Saudara Seskab Teddy Indra Wijaya yang telah menjadi sumbol nesaknya atanan birokrasi dan profesionalisme militer melalas berbagai manipulasi aturan demi kepentingan pribadi Negara tidak boich tunduk pada ambis satu orang okmam yang mengangkangi prinsip meritokrasi dan keadilan bagi seluruh abdi negara.
(POIN-POIN KEBERATAN UTAMA)
Anomall Kenalkan Pangkat yang Prematur dan legal:
Kami menggugat kenaikan pangkat Saudara Teddy dari Kapten ke Mayor, hingga Mayor ke Letkol Kenaikan pangkat ini dilakukan secara menabrak aturan karena yang bersangkutan belum menempuh perdidikan lanjutan perwira dan belum memenuhi masa waktu dinas sebagai syarat mutlak kenaikan pangkat.di sampaikan dalam orasinya, di patung kuda Monas pada(11/6/26)
Ini adalah bentuk pengistimewaan yang melukai hati ribuan perwira dan prajurit TNI yang bertaruh nyrwa di daerah konflik namun adak mendapat akses "jalur pintas" scrupa kata Fahri kepada wartawan (11/6/26)
Skandal "Titip Absen" dan Manipulasi Kelulusan Seskoad:
Kami mengecam keras status kelulusan Seskoad Saudars Teddy Bagaimana mungkin seorang siswa Seskoad dinyatakan lulus sementara faktanya ia hadir karena setiap hari mendampings Presiden di dalam dan luar neger? Ini adalah praktık absen palsu dan rekayasa administratif Kelulusan ini tidak sah secara moral maupun prosedur akademik militer Masyarakat juga tidak bisa dibodohi dengan alasan kulish on line Ratusan peserta Seskoad, ccty absen dapat menjadi saksi dan bukti.
Gugatan atas Anugerah Bintang Mahapetera
Kami mempertanyakan dasar pemberian Bintang Mahaputera kepada Saudara Teddy Indra Wijaya Apa jasa luar biasa yang telah ta berikan kepada nosa dan bangsa sehingga layak menerima penghargaan setinggi itu? Pemberian ini kami nilai sebagai bentuk devaluası nilai tanda kehormatan negara yang hanya dijadikan alat untuk memoles profil pribadi berdasarkan kedekatan dengan lingkaran kekuasaan
Manipulasi Regulasi Jabatan Seskab (Lex Privatum):
Perubahan status Sekretaris Kabinet melalui Perpres 139 Tahun 2024 adalah bukti nyata manipulasi kebijakan negara demi kepentingan pribadi Pesururvan status jabatan ini dilakukan secara kasar hanya agar Saudara Teddy dapat menduduki jabatan tersebut tanpa harus pensiun dını darı militer aktif Im adalah bentuk hukum yang dipesan untuk melayam satu individu.
Arogansi, Pelanggaran Etika, dan Isolasi terhadap Presiden:
Kami mengecam keras perilaku Saudara Teddy yang memperlakukan Presiden seolah-olah "anak kecil dengan secara sepihak menentukan siapa tamu yang boleh diterima oleh Kepala Negara Tindakan membatasi akses komunikasi Presiden adalah perilaku berbahaya yang dapat menyebabkan keterlambatan Presiden dalam mengambil keputusan strategis Arogansı ini tidak hanya merusak hirarkı menteri, tetapi juga mengancam independensi Presiden dalam menjalankan fungsi kepemimpinan negara
Dugaan Tertutupnya Akses Masukan Ekonomi kepada Presiden
Kami juga menyoroti munculnya kekhawatiran publik atas melemahnya komumkası antara para ahlı ekonomi nasional dengan Presiden Republik Indonesia Kondisi ini menimbulkan persepsi bahwa terdapat penyempitan akses terhadap masukan strategis yang seharusnya diterima Presiden secara terbuka dan objektif
Apalsta benar terdapat pembatasan akses terhadap ckonom, akademisi, maupun pihak-pihak yang memiliki pandangan kritis terkait kondis ckonomi nasional, maka hal tersebut berpotensi enenghambat Presiden dalam memperolch gamburan utuh mengenat situasi bangsa, termasuk
dinamika nilai tukar rupiah dan stabilitas ekonomi nasional Kami menilai baliwa tata kelola pemerintahan yang sehat harus membuka ruang dialog seluas luanya kepada para ahli, bukan justru menciptakan sekat komunikan yang dapat memunculkan Setidakpercayaan publik maupun keresahan pasar
PERNYATAAN SIKAP DAN TUNTUTAN
MENDESAK Presides untuk segera MENCOPOT Saudara Teddy Indra Wijaya dan jabatan Sekretaris Kabinet atas dasar maladmintrat dan arogansı pernlaku yang membahayakan fungsi kepresidenan
Menuntut peninjauan kembali dan pembatalan kenaikan pangkat serta penganugerahan Bintang Mahaputera kepada Saudara Teddy yang dianggap tidak memenuhi syarat
kepatutan dan jasa nyata
Menuntut pembatalan status kelulusan Seskaad Saudara Teddy yang diperoleh melaku praktık rekayasa kehadiran (absen palsu).
Mendesak Panglima TNI untuk bersikap tegas dengan menarik Sandara Teddy dari lingkungan istana dan menugaskannya ke daerah konflik (seperti Papua) demi membuktikan integritasnya sebagai prajunt, bukan sebagai "anak emas" kekuasaan
Mendesak pengembalian marwah jabatan Sekretans Kabmet pada fungsi aslinya dan menghentikan segala bentuk manipulasi peraturan demi kepentingan pribadi oknum perwira
Negara bukan milik pribadi Saudara Teddy Indra Wijaya. Timbunan ketidakpuasan alabar rusaknya mentokrasi, arogansi protokol, dan isolasi terhadap Presiden akan menjadi api perlawanan kami. Kami menuntut keadilan bagi seluruh pervira dan birokrat yang telah mengabdi secara jujur.(Red)

