Jakarta ,detiksatu.com || Apabila kita mau melihat Jagad Raya dengan berbagai macam isinya seperti bumi, bulan, planet2, matahari, dan bintang gemintang di Alam Langit Yang Maha Luas. Kemudian kita mau membaca dan memikirkannya dengan dilandasi keyakinan agama dan ilmu pengetahuan, kita akan tahu bahwa kesemuanya itu adanya dan keberadaannya diciptakan oleh TUHAN dengan ketentuan2 dan aturan2NYA .
Sementara itu bumi, bulan, planet2, matahari, dan bintang2 beredar mengikuti ketentuan2NYA mempengaruhi terbentuknya gerak pergantian musim di wilayah2 permukaan bumi.
Sedangkan bintang2 lain di langit yang lebih tinggi yang kelihatan dari bumi, dapat memberi petunjuk arah pada manusia dan makhluk2 yang bergerak atau berjalan di muka bumi. Baik petunjuk itu berupa petunjuk arah Barat, arah Timur, arah Utara, arah Selatan, maupun petunjuk2 lainnya.
Oleh karena itu bintang dipakai sebagai lambang sila Ketuhanan Yang Maha Esa dari falsafah Pancasila dasar negara hukum Republik Indonesia.
Karena tanpa adanya petunjuk dari TUHAN penyelenggaraan pemerintahan negara Republik Indonesia tidak akan dapat berlangsung dengan baik.
Selain itu di Jagad Raya ini TUHAN juga menciptakan Rangkaian Matarantai Hukum Sebab Akibat yang berkaitan satu sama lain membentuk suatu Lingkaran Hukum Karmapala, barangsiapa berbuat baik atau berbuat buruk terhadap Kehidupan Bumi Alam Raya, cepat atau lambat akibat2nya akan sampai mengenai dirinya sendiri.
Dimana hukum2 ini berlaku pada siapa saja yang berbuat di Bumi Alam Raya tidak peduli siapapun dan apapun jabatan dan kedudukan orangnya. Asal sudah sampai ke karmanya atau waktu memetik hasil perbuatan hidupnya, mau tidak mau ia harus mau menerima akibat2nya. Untuk hal2 ini pula TUHAN menurunkan petunjuk2 agama melalui para NabiNYA dan Ilmu Pengetahuan.
Selanjutnya dari ilmu2 pengetahuan tentang ciptaan2NYA yang ada di Bumi Alam Raya dengan sifat2 alaminya, diketahui bahwa TUHAN menciptakan segala sesuatunya di alam ini pasti ada manfaat2 dan fungsinya, bagi Kehidupan Bumi Alam Raya seluruhnya. Atau paling tidak dapat dipakai sebagai contoh petunjuk yang nyata bagi manusia dan makhluk2NYA dalam memilih sikap hidup, atau menentukan amal2 perbuatan hidupnya. Contohnya, bagaimana TUHAN menciptakan pohon beringin yang hidupnya dapat memberi pengayoman pada berbagai macam makhluk hidup di muka bumi.
Bagaimana TUHAN menciptakan kehidupan banteng yang hidupnya bermasyarakat, terpimpin, dan kearah manapun rombongan masyarakat banteng itu berlari cepat, tidak ada anak2nya yang terlindas atau ter-injak2.
Bagaimana TUHAN menciptakan kehidupan padi dan kapas yang dapat memberi bahan pangan dan bahan sandang pada manusia. Yang kesemuanya itu merupakan contoh nyata dari ayat2NYA di Jagad Raya yang dipakai sebagai lambang dari sila2 Pancasila. Oleh karena itu barangsiapa berusaha menghapuskan dan menghancurkan ayat2NYA yang tertulis di Jagad Raya tersebut, berarti dia MENENTANG KEBAIKAN2 TUHAN PENCIPTA JAGAD RAYA DAN KEHIDUPAN yang kelak resikonya DIA MENDAPAT KUTUKAN DARI JAGAD RAYA DAN KEHIDUPAN2NYA.

