Pekalongan, detiksatu.com | Pemerintah Kabupaten Pekalongan membuka lebar peluang kerja sama dengan investor swasta untuk membangkitkan kembali daya tarik kawasan wisata Linggo Asri yang berlokasi di Kecamatan Kajen. Langkah ini diambil guna mengatasi berbagai keterbatasan, mulai dari belum tersedianya fasilitas pendukung hingga pembenahan infrastruktur yang belum maksimal.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, usai mengikuti kegiatan Pers Tour di Linggo Asri, Sabtu (13/6). Menurutnya, pengembangan kawasan wisata unggulan tidak bisa hanya bertumpu pada anggaran pemerintah daerah saja, melainkan butuh terobosan dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pelaku usaha.
“Kita coba datangkan investor dengan kemudahan, tanpa birokrasi berbelit-belit, tanpa pungutan liar, dan tanpa perizinan yang menyulitkan. Intinya, kita kelola tempat ini secara bersama-sama demi kemajuan pariwisata daerah,” ujar Sukirman.
Salah satu fokus utama yang segera dibenahi adalah ketersediaan akses internet. Hingga saat ini, kawasan Linggo Asri masih belum memiliki fasilitas jaringan nirkabel yang memadai, padahal hal itu menjadi kebutuhan dasar wisatawan masa kini. Pemkab Pekalongan pun telah menggandeng sejumlah perangkat daerah untuk merumuskan solusi konkret.
“Kami mengajak Dinas Pariwisata, Dinas Kominfo, dan instansi terkait lainnya. Salah satu terobosannya adalah berupaya meningkatkan layanan wifi melalui kerja sama dengan penyedia jaringan yang ada,” jelasnya.
Sukirman mengakui bahwa keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan daerah. Namun, hal itu tidak boleh dijadikan alasan untuk berhenti berinovasi dan berkreasi dalam memajukan potensi wilayah.
“Soal anggaran memang kendala klasik. Tapi yang terpenting adalah bagaimana kreativitas kita mencari jalan keluar dan terus berikhtiar memajukan aset daerah,” tegasnya.
Selain jaringan internet, masih banyak aspek yang perlu diperbaiki agar Linggo Asri kembali diminati pengunjung. Mulai dari akses jalan menuju lokasi, kelengkapan sarana penunjang, penyusunan konsep wisata yang menarik, hingga penataan sistem retribusi yang transparan.
“Infrastruktur itu lingkupnya luas. Ada akses jalan, kemudian kita juga harus merumuskan daya tarik apa yang ditawarkan di Linggo Asri, jenis wisata apa yang cocok disajikan, termasuk penataan aturan retribusinya,” ungkap Sukirman.
Meski fasilitas belum lengkap sepenuhnya, Sukirman tetap mengajak masyarakat untuk tetap memanfaatkan kawasan tersebut sebagai ruang berkegiatan. Ia berharap warga dapat tetap beraktivitas seperti mengadakan pertemuan, arisan, atau rapat di lokasi ini dengan fasilitas yang ada saat ini.
“Saya kira Linggo Asri masih sangat layak dijadikan tempat berkumpul, arisan, rapat, atau acara lainnya, meski fasilitasnya masih seadanya dulu,” katanya.
Tak hanya Linggo Asri, Sukirman juga mengingatkan bahwa Kabupaten Pekalongan memiliki banyak destinasi wisata potensial lain yang harus terus dipromosikan. Wilayah seperti Paninggaran, Lolong, Doro, hingga Petungkriyono dinilai memiliki pesona alam yang luar biasa dan perlu diperkenalkan lebih luas ke masyarakat.
“Destinasi-destinasi tersebut adalah aset berharga yang harus terus kita angkat dan kenalkan ke publik agar semakin dikenal luas, baik oleh warga lokal maupun wisatawan dari luar daerah,” pungkasnya.( AR )

