Sekolah Politik Rumah Jane NTT Bahas Kapasitas Negara dan Ketahanan Kebijakan Publik

Sekolah Politik Rumah Jane NTT Bahas Kapasitas Negara dan Ketahanan Kebijakan Publik

Minggu, 28 Juni 2026 | Minggu, Juni 28, 2026 WIB Last Updated 2026-06-27T20:45:05Z


Kupang, detiksatu.com || Sekolah Politik Rumah Jane NTT menggelar diskusi bertajuk "Kapasitas Negara dan Ketahanan Kebijakan Publik dalam Menghadapi Dinamika Nasional" di Sekretariat Rumah Jane NTT, Kota Kupang, Sabtu, 27 Juni 2026. 

Kegiatan tersebut dihadiri puluhan pemuda dan mahasiswa, sekaligus menjadi ruang pembelajaran sekaligus refleksi kritis terhadap implementasi kebijakan publik di Indonesia yang dinilai masih menghadapi berbagai tantangan.

Akademisi Ilmu Pemerintahan Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, John C. Sado, yang menjadi narasumber dalam diskusi tersebut menilai bahwa persoalan kebijakan publik di Indonesia tidak terletak pada minimnya gagasan, melainkan pada lemahnya implementasi di lapangan.

Ia menuturkan, terdapat empat faktor utama yang kerap menjadi penyebab kebijakan publik gagal mencapai tujuan, yakni lemahnya struktur organisasi, keterbatasan sumber daya, buruknya komunikasi, serta rendahnya komitmen dalam pelaksanaan kebijakan.

"Bukan soal banyak atau sedikit orang dalam organisasi. Dua orang dengan komitmen kuat bisa bekerja lebih efektif daripada seratus orang tanpa arah. Masalahnya, dalam birokrasi, kita tidak bisa bekerja asal-asalan. Semuanya membutuhkan struktur, koordinasi, dan keseriusan," ujar John.

Dalam diskusi tersebut juga ia menekankan pentingnya sinergi antarlembaga dalam menjalankan kebijakan publik. Menurut John, pembangunan di suatu sektor tidak akan berjalan optimal apabila tidak didukung oleh sektor lainnya.

Ia mencontohkan pembangunan sektor pariwisata yang tidak akan berkembang apabila akses jalan, jaringan listrik, dan infrastruktur telekomunikasi belum memadai. Karena itu, koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) maupun instansi terkait dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan keberhasilan suatu kebijakan.

Selain itu, lanjut dia,nkomitmen seluruh pihak, mulai dari pimpinan hingga pelaksana di lapangan, disebut sebagai elemen utama dalam menjaga keberlangsungan kebijakan. Tanpa komitmen yang kuat, kebijakan hanya akan menjadi dokumen administratif yang tidak memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Diskusi juga membahas pentingnya ketahanan kebijakan publik, yakni kemampuan suatu kebijakan untuk tetap berjalan meskipun menghadapi berbagai tantangan, baik akibat perubahan kepemimpinan, bencana alam, maupun tekanan ekonomi global.

"Kalau satu orang menjadi 'otak' kebijakan lalu dia tidak ada, apakah sistem tetap berjalan? Kalau tidak, berarti kebijakan itu rapuh," katanya.

Ia juga menyinggung tantangan global seperti kenaikan harga dan krisis sumber daya yang dapat memengaruhi efektivitas kebijakan. Dia berujar, Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang besar, namun pengelolaannya masih perlu diperkuat agar mampu menopang ketahanan kebijakan nasional.

Dalam kesempatan itu, peserta juga diingatkan bahwa evaluasi terhadap kebijakan publik memerlukan waktu dan indikator yang objektif. Penilaian terhadap keberhasilan suatu kebijakan, menurutnya, tidak dapat dilakukan hanya dalam hitungan beberapa bulan, melainkan membutuhkan proses evaluasi yang memadai, setidaknya selama satu tahun.

Menutup kegiatan, Sekolah Politik Rumah Jane NTT menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang belajar bagi generasi muda melalui diskusi, pelatihan, dan pendalaman materi mengenai politik, pemerintahan, dan kebijakan publik.

Koordinator Rumah Jane NTT, Agustinus Budi Utomo Gio Roma menyatakan bahwa kegiatan tersebut bukan menjadi akhir dari rangkaian pembelajaran, melainkan awal dari upaya membangun generasi muda yang memiliki kesadaran politik, berpikir kritis terhadap kebijakan publik, serta berani terlibat dalam proses perubahan.

Diskusi tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan suatu negara tidak hanya ditentukan oleh banyaknya kebijakan yang dihasilkan, melainkan oleh konsistensi pelaksanaannya serta kemampuannya bertahan menghadapi berbagai tantangan dan krisis.

Tentang Sekolah Politik Rumah Jane NTT

Sekolah Politik Rumah Jane NTT merupakan ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk memperdalam pemahaman mengenai politik, kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, serta peran negara dalam kehidupan masyarakat melalui pendekatan yang kritis, kontekstual, dan partisipatif.

Reporter: Emanuel Boli
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Sekolah Politik Rumah Jane NTT Bahas Kapasitas Negara dan Ketahanan Kebijakan Publik

Trending Now

Iklan