Keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Syita Ananta yang dikelola Yayasan Rumah Juang Garuda Emas mendapat sorotan warga sekitar.
Pasalnya, sistem pembuangan limbah dari dapur produksi makanan bergizi gratis itu dikeluhkan menimbulkan bau dan mengganggu lingkungan.
Hasil pantauan Ketua Lembaga Independen Pengawas Keuangan (LIPK) Kab. Sumenep, Zaifiddin saat ditemui Reporter media online, mengaku adanya limbah cair dari aktivitas SPPG yang kerap menggenang di selokan.
" Warga itu sempat mengeluh ke saya, adanya bau yang menyengat dari limbah pembuangan SPPG, apalagi kalau siang panas-panas. Anak-anak jadi nggak nyaman main di depan rumahnya," ujarnya
Menanggapi keluhan tersebut, Zai meminta agar Ketua Yayasan Rumah Juang Garuda Emas, segera bertindak cepat, agar tidak me tutup mata, dan mengambil sikap tegas untuk apresiasi keluhan warga.
" Saya meminta agar Ketua Yayasan Rumah Juang Garuda Emas, segera mengambil sikap tegas atas keluhan dan ketidaknyamanan warga. Soalnya SPPG ini program negara dari Badan Gizi Nasional untuk anak-anak Bangsa"
Ia juga mengakui, adanya instalasi pengolahan limbahnya di SPPG Syita Ananta milik Yayasan Rumah Juang Garuda Emas memang belum sempurna,"
Zai juga menjelaskan, karena projek anggaran menggunakan APBN maka seharusnya ketua yayasan mengalokasikan untuk membangun IPAL komunal dan biodigester.
" Dengan upaya dan langkah yang dilakukan kedepan, pembuangan limbah dalam dua bulan ke depan bau bakal hilang, artinya, limbah dari sisa makanan dapat di olah jadi maggot untuk pakan ternak warga" .
Dengan begitu, kata Zai, SPPG Syita Ananta yang mulai beroperasi sejak tahun 2026 dan melayani porsi makanan bergizi perhari untuk siswa SD dan balita di tiga desa yang ada di Kecamatan Saronggi Kab. Sumenep.
Oleh karenanya kata Zai, untuk menjaga kestabilan dan kenyamanan, di mohon agar DPRD kemudian Dinas yang menangani dan Bupati Kab. Sumenep, untuk sama-sama melakukan survey dan monitoring atas delik aduan warga.
Karena kata dia, keberadaan SPPG yang ada di kecamatan Saronggi menjadi bagian terpenting dari wilayah kab. Sumenep. (AJ)

