Angka ATS di Tanjab Barat Tembus 6.104 Anak, Disdik Perkuat Strategi Cegah Putus Sekolah

Follow

Angka ATS di Tanjab Barat Tembus 6.104 Anak, Disdik Perkuat Strategi Cegah Putus Sekolah

Senin, 13 Juli 2026 | Senin, Juli 13, 2026 WIB Last Updated 2026-07-13T05:13:06Z


Tanjab Barat, detiksatu.com || Persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Berdasarkan hasil progres verifikasi data per 6 Juli 2026, tercatat sebanyak 6.104 anak masuk dalam kategori Anak Tidak Sekolah (ATS).

Jumlah tersebut menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, khususnya Dinas Pendidikan (Disdik), dalam memastikan seluruh anak usia sekolah memperoleh hak pendidikan yang layak.

Staf Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, M. Rifai, menjelaskan bahwa angka 6.104 ATS tersebut masih merupakan data hasil verifikasi yang terus diperbarui di lapangan.

"Dari total 6.104 anak yang masuk kategori ATS, terdapat beberapa klasifikasi. Sebanyak 2.439 anak merupakan putus sekolah (drop out), 1.578 anak lulus tetapi tidak melanjutkan pendidikan, dan 2.087 anak belum pernah bersekolah," jelas Rifai.

Menurutnya, data tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil karena masih dilakukan proses pencocokan dan verifikasi bersama berbagai pihak.

Selain berasal dari satuan pendidikan di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), data ATS tersebut juga mencakup peserta didik dari lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag).

Karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus melakukan validasi agar data yang dimiliki benar-benar akurat. Langkah ini diharapkan dapat menurunkan jumlah ATS setelah diketahui kondisi sebenarnya dari masing-masing anak.

Di sisi lain, Rifai menyebutkan bahwa pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026, kuota peserta didik baru di tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat secara umum telah terpenuhi. 

Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya mampu menyelesaikan persoalan anak yang belum kembali mengenyam pendidikan.

"Pemerintah daerah tetap menjadikan persoalan Anak Tidak Sekolah sebagai perhatian utama. Berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari pelacakan data secara langsung, koordinasi lintas sektor, hingga penguatan program sekolah ramah anak agar angka ATS dapat ditekan," ujarnya.

Rifai menambahkan, terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan anak berhenti bersekolah. Faktor ekonomi masih menjadi penyebab paling dominan, meskipun pemerintah telah menyediakan berbagai program pendidikan gratis.

Selain itu, faktor sosial juga memberikan pengaruh yang cukup besar. Pergaulan yang negatif, kasus perundungan (bullying), hingga tekanan dari lingkungan pertemanan sering kali membuat anak kehilangan semangat untuk melanjutkan pendidikan.

"Penyelesaian persoalan ATS tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Dibutuhkan dukungan keluarga, sekolah, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan agar anak-anak dapat kembali memperoleh hak mereka untuk mengenyam pendidikan," tutup Rifai.

Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat berharap melalui langkah-langkah strategis yang terus dilakukan, jumlah Anak Tidak Sekolah dapat terus ditekan sehingga kualitas sumber daya manusia di daerah semakin meningkat pada tahun-tahun mendatang.(Hen)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Angka ATS di Tanjab Barat Tembus 6.104 Anak, Disdik Perkuat Strategi Cegah Putus Sekolah

Trending Now

Iklan